Reporter : Moch Wildanov
Editor : Diaz Octa
Probolinggo, Kabarpas.com – Adanya bau menyengat yang diduga dari pabrik pengolahan oli bekas, membuat warga di Jalan Raya Lumajang, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, merasa terganggu.
Pihak DPRD Kota Probolinggo yang mendapat laporan keluhan warga, akhirnya melakukan sidak ke pabrik setempat.
Bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup, anggota Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, melakukan sidak ke PT Berdikari Jaya Bersama. Mereka memeriksa tempat penimbunan limbah B3, serta lokasi pengisian limbah cair sisa produksi dari tempat penampungan ke mobil tangki pengangkut.
Dari hasil sidak, tidak ditemukan bau menyengat seperti laporan warga. Padahal secara bersamaan, 7 reaktor oli bekas sedang beroperasional.
“Kita inspeksi mendadak karena keluhan warga sekitar. Warga mengeluh pabrik ini bau. Namun setelah kita cek, tidak ada temuan,” ujar Agus Riyanto, Ketua Komisi 3.
Sementara itu, Minkiet, Manager Produksi di pabrik tersebut mengaku, bila bau itu muncul dari pabriknya.
“Memang sebelumnya waktu pengisian, kita memakai sistem curah. Tapi sekarang sudah kita upgrade dengan sistem tertutup. Dan itu yang tidak menimbulkan bau,” papar Minkiet, Manager Produksi.
Meski kondisi limbah produksi baik, anggota dewan dan Dinas Lingkungan Hidup tetap mengingatkan kepada pihak perusahaan setempat agar terus memperbaiki pengolahan limbah.
Jika tidak, maka akan mendapat sanksi. Salah satunya penutupan sementara operasional pabrik. Selain itu, diharapkan agar pihak perusahaan mencari solusi untuk meminimalisir polusi yang ditimbulkan akibat aktifitas proses produksi. (wil/diz).


















