Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 17 Des 2022

3.246 Nelayan di Probolinggo Terima BLT Dampak Inflasi Kenaikan BBM


3.246 Nelayan di Probolinggo Terima BLT Dampak Inflasi Kenaikan BBM Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Sebanyak 3.246 nelayan di 7 (tujuh) kecamatan sepanjang pesisir pantai Kabupaten Probolinggo menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak inflasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Masing-masing nelayan mendapatkan BLT sebesar Rp 450 ribu untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember 2022.

Penyaluran BLT dampak inflasi kenaikan harga BBM ini diawali dengan launching oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono di Pendopo Kecamatan Dringu pada tanggal 28 Nopember 2022.

Selanjutnya, BLT ini diserahkan di 6 (enam) titik bekerja sama dengan petugas dari Bank Jatim Cabang Kraksaan. Yakni, Desa Randuputih untuk nelayan dari Kecamatan Dringu, Desa Gejugan untuk nelayan dari Kecamatan Pajarakan dan Gending, Desa Banjarsari untuk nelayan dari Kecamatan Sumberasih dan Tongas, Desa Kalibuntu untuk nelayan dari Kecamatan Kraksaan dan Paiton serta Desa Gili Ketapang khusus untuk nelayan dari Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih.

“Kriteria nelayan yang mendapatkan BLT dampak inflasi kenaikan harga BBM ini adalah nelayan yang terdaftar di Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo dengan basis Kartu Nelayan dan sudah terverifikasi oleh Dinas Sosial. Kriteria verifikasinya bukan penerima bansos sejenis,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo berdasarkan Kartu Nelayan mencapai 12.046 orang. “Ada sebagian yang kita usulkan ke Provinsi Jawa Timur. Jadi tidak semua menerima dari bansos Kabupaten Probolinggo. Yang diusulkan ke Provinsi Jawa Timur mencapai 614 orang nelayan,” jelasnya.

Ipung menegaskan sebanarnya bansos berupa BLT dampak inflasi kenaikan harga BBM ini sesuai dengan kebijakan dari pemerintah bahwa masyarakat yang terdampak inflasi ini harus mendapatkan bansos untuk mengurangi beban masyarakat karena dampak kebijakan pemerintah kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Harapannya bagi nelayan yang menerima BLT ini agar menggunakan untuk kepentingan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Hendaknya tidak konsumtif dan menggunakan bansosnya dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Harlah Ansor ke-92, GP Ansor Kraksaan Bagikan Obat Pertanian Bagi Petani

29 April 2026 - 11:15

Serap Aspirasi Masyarakat, Dini Rahmadina Datangi Pasar Sukapura

28 April 2026 - 14:58

Lantik Enam Pejabat Pemkab Probolinggo, Bupati Gus Haris Tekankan Integritas ASN

27 April 2026 - 14:48

Diperta Kabupaten Probolinggo Genjot Percepatan Tanam Serempak

24 April 2026 - 14:04

Apel Harjakapro ke-280, Bupati Gus Haris Tekankan Peran Perempuan dan Refleksi Sejarah

23 April 2026 - 18:57

Disporapar Kabupaten Probolinggo Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif dan Pemuda Wisata Tingkatkan Skill Konten Kreatif

22 April 2026 - 10:38

Trending di Kabar Probolinggo