Probolinggo, kabarpas.com – Warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo nekat menyaksikan rangkaian prosesi ritual petik Laut (hiburan orkes dangdut) di bawah bangunan yang atapnya rawan ambrol. Masyarakat setempat seakan tidak sadar menyaksikan rangkaian petik laut yang bisa mengancam keselamatanya. Pasalnya, kondisi plafon bangunan yang usang dan sebagian kayu dimakan rayap bisa saja tiba-tiba runtuh, apalagi suara sound sistem yang menggetarkan bangunan.
Salah satu warga setempat, Usman menuturkan, sebetulnya dirinya takut atap tersebut ambrol, namun tidak ada tempat lagi sehingga bangunan tersebut digunakan setiap ada acara desa seperti petik laut ini.
“Sebenarnya takut atap bangunan ambrol, tapi bagaimana lagi tidak ada tempat dan bangunan itu merupakan tempat satu-satunya di desa ini,” ujar Usman kepada wartawan Kabarpas biro Probolinggo.
Usman menambahkan, pembangunan di desa ini sangat kurang, belum lagi bila musim padangan (bulan purnama) desa ini selalu diterjang banjir rob. Banjir rob di desa ini kerap lagi datang dan biasanya berlangsung selama 3 jam kemudian surut dan rob berlangsung sekitar 4 atau 5 harian.
“Pembangunan di desa ini sangat kurang, belum lagi musibah banjir rob yang selalu datang saat padangan,” tambahnya.
Kepala Desa Kalibuntu, Khoirul Anam, menyebut kondisi bangunan itu memang tidak layak tapi desa ini tidak punyak tempat lagi. Bangunan yang rusak adalah tempat pelelangan ikan dan sekitar 25 tahun tidak digunakan lagi. Dengan momentum petik laut ini, Ia yang baru saja menjabat kepala desa baru akan merajut kebersamaan dengan masyarakat dan memikirkan pembangunan tempat pelelangan ikan tersebut dan permasalahan desa lainya.
“Momen petik laut ini saya berusaha merajut kebersamaan dengan masyarakat Desa Kalibuntu untuk bersama-sama membanguna desa, salah satunya adalah tempat pelelangan ini,” ujar Khoirul Anam.
“Bangaimanapun, tempat pelelangan ikan ini sangat diperlukan masyarakat , seperti menjual hasil tangkapan ikan dan nantinya bisa meningkatkan ekonomi mereka,”sambungnya. (wil/gus).

















