Probolinggo, kabarpas.com – Ratusan warga dari berbagai daerah yang mengikuti tradisi lepas merpati, di Keluarahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dibubarkan petugas Satgas Covid-19 setempat. Petugas yang datang ke lokasi, membuat peserta lepas merpati yang berasal dari berbagai daerah seperti Kota/Kabupaten Probolinggo, serta Lumajang itu langsung membubarkan diri.
Tradisi lepas Merpati ini dalam rangka peringatan Haul seribu hari salah satu warga, dan kemudian digelar tradisi lepas merpati, dan organ tunggal. Doorprise kambing dan motor, sehingga peserta tradisi ini banyak yang ikut meramaikan.
Perwira Pengawas Polres Probolinggo Kota, Iptu Mugi menjelaskan, secara humanis Satgas Covid-19 bersama Polres Probolinggo Kota, Pol PP dan Kodim 0820 menghimbau masyarakat untuk membubarkan diri.
“Terpaksa dibubarkan, sesuai atensi pimpinan dan peraturan mereka melanggar Protokol kesehatan dan tidak ada izin. Sebelumnya sudah kami himbau agar membatasi kegiatan dan kalau bisa tidak menggelar kegiatan yang mendatangkan banyak massa,“ ujar Mugi kepada wartawan Kabarpas.com. Minggu (13/6/2021).
Mugi menambahkan, banyak kerumunan orang berbagai daerah, banyak yang tidak bermasker, fenomena ini rentan terjadi penularan Covid-19.
“Abai Prokes (berkerumun, banyak yang tanpa maker) dan kegiatan ini rentan terlular Covid-19, apalagi mereka datang dari berbagai daerah serta kasus Covid-19 di luar sana juga meningkat,“ tambahnya.
Diimbau kepada masyarakat hendaknya selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan atau 5M untuk meminimalisir tertular korona, karena hingga saat ini covid-19 itu masih ada. Petugas juga menghimbau bila ada masyarakat yang mengetahui ada aktivitas yang melibatkan banyak orang diharapkan lapor petugas.
“Ayo bersama-sama menjaga dan disiplin diri melaksanakan 5M untuk meminimalisir penularan Covid-19, dan bila ada aktivitas yang rentan penularan covid-19 bisa dilaporkan,“ pungkasnya. (wil/gus).

















