Probolinggo , Kabarpas.com – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, terus memantau Perkembangan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) . Tinjauan serta pengawasan dilakukan langsung ke sekolah yang sudah menjalankan PTM dan sejumlah siswa-siswi. Point yang selalu diperhatikan adalah tentang kedisiplinan antara pihak sekolah, siswa untuk terus melaksanakan protokol kesehatan (5M).
Kondisi Kota Probolinggo yang sesuai aturan diperbolehkan melaksanakan PTM harus dipertahankan jangan sampai setelah ada uji coba TPM ini akan menjadi klaster baru covid-19.
“Terus kita perhatikan pelaksanaan protokol kesehatan, sesuai kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan wali murid,“ ujar Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.
Habib Hadi menambahkan, selain meninjau langsung ke sekolah, setiap ada siswa-siswa yang ditemuinya, Ia selalu memberi pemahaman tentang pentingnya disiplin 5 M.
“Seperti yang saya lakukan barusan, adik-adik yang hendak berangkat sekolah, kita sapa dan diberi pemahaman disiplin melaksanakan 5M. Dan setelah ngobrol sebentar, rata-rata mereka mengaku senang dan semangat belajar tatap muka dari pada harus belajar daring,” tambahnya.
Agar siswa-siswi di Kota Probolinggo bisa terus belajar dengan sistem offline, disiplin melaksanakan 5m dan kesepakatan yang sudah ditentukan harus dijalankan bersama-sama. Agar tidak terjadi klaster baru di kota ini.
“Terus kita pantau agar siswa-siswi bisa terus belajar daring, namun bila ke depan di luar dugaan dengan amat terpaksa pembelajaran tatap muka kita tiadakan lagi,” terangnya.
Sebagai informasi, status Covid-19 cenderung menurun, Pemkot Probolinggo memberlakukan pembelajaran tatap muka tingkat SD, SMP, dan SMA sejak 3 pekan terakhir. Pihak sekolah, murid dan orang tua sudah sepakat untuk melaksanakan kesepakatan bersama, di antaranya adalah sama-sama disiplin melaksanakan 5M dan wali murid (orang yang sudah disepakati bersama) bersedia untuk mengantar dan menjemput ke sekolah, serta siswa membawa bekal dari rumah. (wil/tin).

















