Probolinggo, kabarpas.com – Dinas pendidikan Kota Probolinggo mulai meberlakukan proses belajar tatap muka untuk pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Belajar tatap muka ini mulai diberlakukan tanggal 24 Mei 2021. Mengingat dimasa pandemi Covid-19, semua siswa yang mulai berlajar tatap muka dilakukan pengecekan suhu tubuh, cuci tangan, dan memakai masker serta menjaga jarak.
“Senang sekali bisa sekolah lagi. Bisa ketemu teman. Kalau ngerjakan dari hape, tidak ada masalah,” jelas salah satu siswa SDN Tisnonegaran I, Marvin kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Senin (24/5/2021).
Sementara itu, Wali kelas V SDN Tisnonegaran, Humayni Pujiastuti menjelaskan, pada proses belajar tatap muka kali ini, dilakukan dengan dua metode sekaligus. 97 persen dilakukan dengan metode tatap muka, 3 persen sisanya dilakukan dengan metode daring. Karena saat ini masuk masa ujian, proses pengerjaan soal pun juga disesuaikan dengan protokol kesehatan.
“Kelas 1 sampai kelas 3 menggunakan kertas soal biasa. Kelas 4 dan 5 menggunakan handphone, memanfaatkan google form. Jadi begitu selesai, langsung dikirim ke server kami,” ujar Pujiastuti.
Karena pertama kali digelar, sejumlah guru mengaku mengalami kesulitan penyesuaian. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
“Terutama soal prokes ya, namanya juga anak-anak. Kalau ketemu temannya pasti bersemangat. Itu yang kerap kami ingatkan, untuk jaga jarak dan tetap memakai masker,” imbuhnya.
Ada 86 lembaga sekolah dasar negeri dan swasta yang menjalani pembelajaran tatap muka. Serta ada 19 lembaga sekolah menengah pertama yang siap jalani sekolah tatap muka. Dimana satu dari 19 lembaga SMP negeri dan swasta itu, tidak bisa menggelar sekolah tatap muka. Karena belum ada persetujuan dari wali murid. (wil/gus).

















