Probolinggo, kabarpas.com – Masyarakat Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menggelar tradisi Pitulikuran. Untuk Memastikan keamanan serta kesehatan masyarakat Pulau Gili yang melaksanakan tradisi tersebut, Kantor kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Probolinggo melaksanakan patroli laut.
“KSOP bersama Polair Polres Probolinggo, Polsek Sumberasih dan satgas Covid-19 melaksanakan patroli laut dan mengecek ketaatan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan saat pelaksanaan tradisi pitulikuran,” ujar Capt Subuh Fakkurahman, Kepala KSOP Kelas IV Probolinggo.
Patroli ini sambung Subuh, untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka saat melaksanakan tradisi Pitulikuran mengingat masih di situasi pandemi Covid-19 . Pantauan di lapangan kondisi laut bersahabat, dan kelaikan kapal sesuai ketentuan.
“Ombak laut bersahabat dan kelaikan kapal masih bagus,” sambungnya.
Meski ada beberapa warga yang abai Prokes seperti tidak memakai masker, namun pelaksanaan tradisi Pitulikuran sudah sesuai Prokes (protokol kesehatan) untuk masyarakat yang tidak memakai masker diedukasi, diberi masker dan dilakukan rapid antigen. “Beberapa warga yang dirapid antigen hasilnya negatif,” tambahnya.
Diimbau masyarakat Pulau Gili hendaknya selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk meminimalisir tertular Covid-19. “Jangan terus abai prokes saat melaksanakan pitulikuran, sehingga menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Pulau Gili,” terangnya.
Untuk diketahui, Tradisi Pitulikuran merupakan tradisi masyarakat pulau Gili Ketapang untuk menyebrang ke Probolinggo, guna berbelanja memenuhi kebutuhan lebaran seperti membeli paksian dan kue lebaran dengan naik kapal dalam sekala besar. Pelaksanaan yang bertepatan malam 27 hari berpuasa , sehingga tradisi ini dikenal dengan tradisi pitulikuran (bahasa jawa.red). (wil/gus).

















