Laporan : Moch Wildanov, Wartawan Kabarpas.com Probolinggo
KABARPAS.COM – BERBEKAL ulet dan tekun, Abdul Rohman, (55) warga Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kini menjadi sukses berternak lebah madu. Meski tempat ternak madu yang dilakukanya berpindah-pindah demi mencari lahan yang lagi musim bunga Randu dan Mangga untuk kebutuhan nutrisi lebahnya.
Namun, siapa sangka nadu yang dihasilkan setiap panen kini mencapai 3 kwintal (1 bulan) dan beromzet Rp 30 hingga Rp 40 juta.
Kepada Kabarpas.com Abdul Rohman menceritakan, dirinya mulai menggeluti beternak lebah madu ini tidak lama, sekitar 5 atau 6 tahun lalu di saat dirinya mulai ingin hijrah dari dunia kelam yang selama ini dilakoninya.
“Saya dulu dipercaya menjaga ternak lebah di daerah Jawa Tengah,” ujarnya kepada wartawan Kabarpas.com. Rabu (6/1/2021).
Dengan modal menjual sepeda motor satu-satunya lanjut Rohman, ia pun memantapkan diri untuk memulai mencoba berternak madu.
“Awalnya 10 kotak. Alhamdulillah sekarang mencapai sekitar belasan ribu kotak lebah,” terangnya.
Masa panen madu pada bulan bulan Juni hingga 12 dan selanjutnya lebah tidak produktif dan dirawat saja . Dimasa pandemi Covid-19, diakuinya permintaan pasar madu hasil produksinya meningkat hingga 20 persen.
“Di masa pandemi Covid-19 ini, permintaan madu meningkat tajam,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Lumbang, Bambang Heri Wahyudi mengatakan bahwa sosok Abdul Rohman merupakan figur yang menginspirasi, masa lalunya kelam, dan terkenal di dunia hitam.
“Setelah hijrah, kini Abdul Rohman sukses beternak madu, dan sudah melaksanakan ibadah Haji bersama keluarganya,” tutur Yudi.
Kisah Rohman dapat dijadikan contoh, dengan keuletan ketekunan segala sesuatu yang dicita-citakan akan terwujud, tidak melihat masa lalu dan kuncinya semangat dan serius,.
“Bahkan di masa pandemi ini pun, madu tidak mengalami dampak buruk, justru bertambah banyak permintaan,” tutupnya. (***/Titin Sukmawati).

















