Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Sepuluh anggota Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo, terpapar Covid-19. Dari 10 anggota tersebut mereka orang tanpa Gejala (OTG) dan kini menjalani isolasi di rumah karantina.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo, Nurul Hasanah Hidayati, menuturkan, hasil dari screening untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 sebelum tahun baru (30/12/2020). Hasilnya 10 positif, dan kemudian dilakukan isolasi di rumah karantina.
“Hasil screening ada 10 pegawai , kemudian dilakukan isolasi di rumah karantina,” kata Nurul kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Senin, (4/1/2021).
Kenapa tidak dilakukan isolasi mandiri dan dilakukan isolasi di rumah karantina karena, tambah Nurul, Satpol PP adalah ujung tombak pelayanan masyarakat, jadi karantina untuk memastikan yang bersangkutan sehat. Dan setelah 14 hari kedepan hasil Swab negatif mereka bisa beraktifitas kembali.
“Satpol PP garda terdepan melayani keamanan masyarakat sehingga harus diperhatikan kesehatanya, setelah 14 hari kedepan hasil swab negatif bisa beraktifitas lagi” tambahnya.
Selain itu adalah upaya isolasi di rumah karantina, karena saat ini kluster keluarga juga mulai bermunculan, Satgas Covid-19 tidak ingin hal tersebut muncul di Kota Probolinggo. Menurutnya klaster keluarga disebabkan karena isolasi mandiri yang tidak benar. Meski demikian kantor Satpol PP Kota Probolinggo tidak dilockdown dan beraktivitas seperti biasa.
Diimbau kepada masyarakat hendaknya selalu disiplin menjalankan 3 M (memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak, karena 3 M merupakan cara efektif mencegah penularan Covid-19.
“3M sarana paling efektif mencegah penularan Covid 19,” pungkasnya. (wil/gus).

















