Probolinggo, kabarpas.com – Gunung Bromo, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sempat erupsi. Material berupa abu vulkanik tipis sempat mengguyur desa setempat.
Peneliti ahli muda Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi – Kementerian ESDM, Nia Haerani menjelaskan, erupsi di Gunung Bromo ini terjadi pada tanggal 28 Desember 2020 lalu dan terjadi tidak lama, material yang teramati berupa abu vulkanik.
“Status gunung Bromo masih tetap di level II (Waspada), material yang dikeluarkan erupsi Gunung Bromo abu vulkanik dan sempat memapar ke Desa Ngadirejo,” ujar Nia. Senin (4/1/2021).
Nia menambahkan, erupsi adalah keluarnya material baik abu, kerikil dan batu dari kawah Gunung Api, dan Gunung Bromo sempat mengeluarkan abu vulkanik. “Keluarnya material tersebut menandakan Gunung Bromo dalam kondisi erupsi. ” sambungnya.
Namun, saat ini abu vulkanik tidak teramati. Bisa saja material abu vulkanik berasal dari sisa-sisa erupsi terdahulu.
“Kami berkesimpulan abu vulkanik sisa dari erupsi kemarin, yang berada di dinding kawah dan terbawa keluar. Meski demikian kita pantau terus, namanya juga gunung aktif,” tambahnya.
Secara kegempaan, terang Nia , Gunung Bromo tidak menunjukan peningkatan yang signifikan, dan wisata Gunung Bromo masih aman dan indah untuk dinikmati, asal wisatawan tidak memasuki zona bahaya.
“Gunung Bromo aman dan indah dinikmati, asal tidak memasuki zona bahaya atau radius 1 kilometer dari puncak kawah,” tutupnya. (wil/gus).

















