Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 6 Agu 2015

Sania, Korban Ledakan Bondet Makassar Dimakamkan di Pasuruan


Sania, Korban Ledakan Bondet Makassar Dimakamkan di Pasuruan Perbesar

Pasuruan (Kabarpas.com) – Siti Sania (36), salah satu korban tewas akibat ledakan bom ikan atau bondet di Kompleks Puri Pattene Permai Blok C3, Nomor 11, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin 3 Agustus 2015 lalu merupakan warga Kota Pasuruan. Kamis (06/08/2015) petang tadi, jenazah korban tiba di rumah duka dan kemudian langsung dimakamkan.

Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kalau peti jenazah mantan istri Muhammad Nazir, pelaku peledakan bondet di jalan Erlangga Kota Pasuruan, tahun 2007 silam ini, diterbangkan dari Makassar dengan pesawat komersial menuju ke Bandara Juanda Surabaya, setelah itu langsung diantar ambulan ke rumah duka.

“Prosesnya cepat begitu tiba jenazah langsung disolatkan, kemudian dimakamkan di TPU Tambak Yudan. Sebab di Makasar sudah disucikan,” kata Diding (35) sepupu korban, saat ditemui Kabarpas.com di rumah duka, yang beralamat di Gang Kadipaten Rt 3/Rw 4 Kelurahan Kebunagung, Kecamatan Purworejo/ Kota Pasuruan.

Ia menceritakan, kalau pihak keluarga mengetahui informasi tewasnya korban ini dari berita yang ada di televisi. Dari situlah kemudian kakak kandung korban bernama Sa’diyah bersama suaminya langsung berangkat ke Makassar untuk menjemput jenazah korban.

“Keluraga baru mengetaui setelah melihat berita di tv, yang menyebutkan salah satu korban bondet di Puri Pattene Permai Makassar bernama Sania asal Pasuruan. Sehingga Selasa kemarin kakaknya langsung berangkat ke Makassar,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Lebih lanjut, ia menambahkan, kalau korban memiliki tiga anak, yaitu bernama Salman, Rama, dan Akbar. Beruntung ketiga anaknya itu selamat dari insiden ledakan bondet yang menewaskan dua orang dan menghancurkan sejumlah bangunan rumah tersebut.

“Semasa hidupnya korban selalu menyuruh anaknya untuk meninggalkan rumah saat ia akan merakit bondet. Apalagi biasanya dia membuat bondet itu di dalam kamar dan tidak ada orang yang boleh masuk,” pungkasnya. (abu/sym).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Masjid Al-Kautsar RSD Kalisat, Fasilitas Ibadah Nyaman bagi Pasien dan Karyawan

24 April 2026 - 16:12

Menteri Agama RI Resmikan Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta

23 April 2026 - 21:37

Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jatim 2026 Resmi Dibuka di TBM, Ratusan Atlet Siap Berlaga di Kota Mojokerto

20 April 2026 - 08:04

Fraksi Gerindra DPRD Jember Dukung ASN Turun Verval Data Warga Miskin, Ini Catatannya

19 April 2026 - 18:32

Jember Jadi Percontohan Nasional, BGN Targetkan 400 SPPG dengan Perputaran Rp400 Miliar per Bulan

17 April 2026 - 07:28

KBIHU Safara Qolby Gelar Walimatus Safar, Bekali Jamaah Raih Haji Mabrur

13 April 2026 - 23:31

Trending di Kabar Probolinggo