Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Sebagai bentuk kekesalan terhadap sejumlah perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan keluhan warga terdampak pembuangan limbah. Ratusan warga di tiga desa yang ada di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan melakukan aksi kompak menutup saluran pembuangan limbah.
Para warga ini berasal dari Desa Gununggangsir, Cangkringmalang, dan Wonokoyo. Mereka memprotes pembuangan limbah dari PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari yang berada di Dusun Wonokoyo Timur, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji.
“Hampir belasan tahun kami menikmati bau limbah. Tidak hanya itu, untuk meminumnya saja air sumur kami sudah tercemar, ” kata Mukarom (39) warga Dusun Selorawan, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.
Menurut Mukarom, aksi penutupan saluran limbah ini sebagai bentuk kekesalan warga yang tidak mendapat respon positif terhadap 2 perusahaan yakni PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari.
Atas hal itulah ia bersama ratusan warga lainnya akhirnya menutup saluran pembuangan limbah dengan pasir dan batu juga akan diberi semen, supaya pihak perusahaan tidak akan membuang limbah disekitar pemukiman warga.
“Kami sudah mediasi dengan pihak DLH dan hasil Lab menunjukkan bahwa air limbah tidak mengandung limbah B3. Namun kenyataannya mas, saya sama warga lainnya memantau terus pembuangannya,” tutupnya. (ajo/gus).



















