Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabarpas Explore · 1 Feb 2018

Alasan Generasi Millennial Tak Perlu ‘Perangi’ Micin


Alasan Generasi Millennial Tak Perlu ‘Perangi’ Micin Perbesar

Kabarpas.com – Monosodium Glutamat (MSG) atau yang biasa disebut vetsin atau micin kerap identik dengan penyedap rasa makanan yang buruk buat kesehatan. Ada yang bilang berisiko penyakit, ada juga yang meyakini dapat merusak kinerja otak. Benarkah demikian?

Profesor Hardinsyah, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia menilai anggapan ini ditengarai muncul akibat publikasi penelitian John Olney pada media massa sekitar 1969. Pada penelitian Olney, micin memang bisa merusak otak tikus putih sebagai kelinci percobaan. Media, kata Hardinsyah, kemungkinan mengambil judul dengan micin sebagai penyebab kerusakan pada otak tikus sehingga publik memberikan cap buruk pada micin.

“Dugaan saya itu. Tapi media tidak menyebut dosisnya, padahal dosis micin yang dipakai itu besar,” tambahnya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hardinsyah lalu memaparkan, Indonesia bukan negara dengan konsumsi micin yang tinggi. Dari sebuah riset, di DKI Jakarta dan Bogor, konsumsi micin hanya sebanyak 0,6 gram per hari. Angka ini lebih rendah dari China dan Taiwan sebanyak 1,8 gram per hari, Jepang sebanyak 1,4 gram per hari dan Amerika Serikat sebanyak 0,8 gram per hari.

“Kalau dilihat secara sederhana, mereka lebih hebat dalam persaingan. Namun, bukan berarti mengonsumsi micin membuat cerdas. Bukan itu kesimpulannya,” tambahnya.

Selanjutnya, jika mau melihat lebih jauh, MSG alias micin mengandung natrium (12 persen), glutamat (78 persen) dan air (10 persen). Natrium atau garam ini kadarnya lebih rendah dari garam dapur. Garam dapur mengandung nyaris 40 persen natrium. Hardinsyah menuturkan, kelebihan natrium bisa berisiko timbulnya berbagai macam penyakit termasuk stroke dan penyakit jantung.

Lebih jauh, ia menambahkan, glutamat sebenarnya juga terdapat pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari seperti tomat matang dan keju. Glutamat berguna untuk tubuh. Ia menjelaskan, glutamat berfungsi sebagai pembentuk protein, pembentuk asam amino seperti alanine, aspartat, arganine dan proline, menghasilkan energi dan glukosa, dan pembentuk sel imun.

“Glutamat juga berperan jadi aktivator neurotransmitter atau penyampaian pesan antar neuron,” katanya. (Cnnindonesia.com/ Rev)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Yuk, Intip Aktivitas Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim yang Rayakan Sejarah Singapura Part-1

17 September 2021 - 14:57

Esther House of Beauty Denpasar Tawarkan Produk Herbal untuk Perawatan Kulit

14 Oktober 2019 - 13:11

Ini Tips Memilih Lokasi Wisata untuk Babymoon agar Calon Ibu Tetap Nyaman

17 Agustus 2019 - 14:44

Ini Tips Cara Ampuh Menurunkan Kolesterol Tinggi

15 Agustus 2019 - 09:57

Menjelajahi Hutan ala Petualang di Taman Negara Malaysia

31 Juli 2019 - 09:38

Menyusuri Vihara Chin Swee Genting, Wisata Spiritual Hingga Perjalan ke Neraka dan Surga

19 Juli 2019 - 11:12

Trending di Ayo Piknik