Reporter: Agus Uwais Qorni
Editor: Agus Hariyanto
___________________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Sejumlah orang yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Wartawan di Banyuwangi, menggelar Ruwatan Massal Bumi Blambangan. Selain membantu seksama, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dalam melestarikan salah satu budaya jawa.
Tradisi ruwatan dipercaya suku jawa sebagai pembersihan diri dari segala balak atau sial. Dalam ruwatan massal ini dilakukan bersamaan dengan pagelaran wayang kulit yang digelar selama semalam suntup.
Dalam menyelengarakan tradisi ruwatan biasanya penyelengara harus mengeluarkan biaya besar. Namun, di wilayah ini hanya sebanyak 89 orang yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ruwatan massal secara gratis tersebut.
Salah satu peserta bernama Supri mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pasalnya diusianya yang sudah mencapai 65 tahun, ia mengaku meruat diri sendiri itu seperti mustahil.
“Tahu sendiri biaya ruwatan pastinya cukup besar. Namun, di sini saya dapat mengikuti ruwatan secara gratis. ” ucapnya kepada Kabarpas.com.
Sedangkan Suparmin, Ketua Panitia Ruwatan menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini yakni melestarikan budaya jawa, dan membatu seksama dalam hal meruat tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Kegiatan yang dilaksanakan LSM dan Wartawan ini, bentuk kepedulian kita kepada pelestarian tradisi jawa dan membantu seksama dalam hal meruwat diri sendiri untuk terhindar dari mala petaka,” tegasnya kepada Kabarpas.com.
Untuk sekedar diketahui, ruwatan Massal Bumi Blambangan ini dilaksanakan di dekat jembatan peninggalan bangsa Belanda, tepatnya di Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi ini, merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI), LSM Advokasi, Koran Harian Memorandum Jawa Pos Group, dan media online Kabarpas.com biro Banyuwangi. (ais/gus).














