Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Nasional · 31 Jan 2017

Cegah Faham Radikalisme, Densus 88 Berikan Sosialisasi Bahaya Terorisme ke Masyarakat Banyuwangi


Cegah Faham Radikalisme, Densus 88 Berikan Sosialisasi Bahaya Terorisme ke Masyarakat Banyuwangi Perbesar

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Untuk mencegah munculnya paham radikalisme di Kabupaten Banyuwangi, Polres setempat menggelar Sosialisasi Upaya Pencegah Paham Radikalisme pro kekerasan dan aksi terorisme, di Aula Polres Banyuwangi, Selasa, (31/01/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama dan Masyarakat, Kamtibmas, Komandan Koramel se – kabupaten setempat, serta menghadirkan seorang narasumber dari Kepala Unit Pencegaham Densus 88 Anti Teror Polri, AKBP Djoni Djuana.

Dalam acara tersebut, AKBP Djoni Djuana menjelaskan, mengenai ciri paham radikal ada empat, salah satunya intoleran. “Kelompok yang tidak sepaham biasanya dibilang kafir,” ucapnya.

Perwira polisi berpangkat melati dua ini menambahkan, tiga ciri lainnya, yaitu penganut radikalisme sangat fanatik terhadap madhab tertentu. Golongan ini juga lebih suka melakukan peribadatan sendiri bersama kelompoknya. Sangat jarang pengikut paham radikal mau menjalankan ibadah dengan aliran lain meskipun sesama Islam. “Mereka juga sangat menghendaki perubahan dalam bentuk revolusi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan bahwa dari hasil riset sepanjang tahun 2012, motif teror yang dijalankan pengikut paham radikal 45,5 persen dilandasi ideologi agama. Kasus ini bisa dilihat di Timur Tengah yang berkembang paham ISIS yang belakangan diikuti segelintir warga Indonesia. Sementara 20 persen lagi dipicu solidaritas komunal.

Ancaman pengaruh itu disadari Kasatbimas Polres Banyuwangi AKP Imron. Karena itu para tokoh Tanah Gandrung diajak belajar mengenali ajaran paham radikal termasuk kenapa warga bisa terpengaruh dan menjadi pengikutnya.

“Sengaja kami menghadirkan Densus 88 untuk memberikan wawasan mengenai ajaran radikal. Sejauh ini Banyuwangi kondusif dari pengaruh tersebut. Situasi yang aman ini harus dijaga dengan cara membekali para tokoh mengenai cara penanggulangan paham radikalisme,” pungkasnya. (ais/gus).

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Cari_Aman di Jalan, Kenali Potensi Bahayanya

28 November 2021 - 11:53

Menlu Retno Buka BDF ke-12 di Bali

5 Desember 2019 - 15:01

Memahami Tradisi Hari Raya Purnama di Bali

12 November 2019 - 19:35

Kemen PPPA Raih Penghargaan Bawaslu Award 2019

26 Oktober 2019 - 10:16

Usai Dilantik Presiden, Menteri Bintang Puspayoga Pimpin Rapat Perdana di Kemen PPPA

24 Oktober 2019 - 06:13

Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk, Sekolah Libur

14 Oktober 2019 - 15:05

Trending di Nasional