Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Nasional · 11 Des 2016

Puluhan Ribu Masyarakat Banyuwangi Ikut Napak Tilas Perang Puputan Bayu Songgon


Puluhan Ribu Masyarakat Banyuwangi Ikut Napak Tilas Perang Puputan Bayu Songgon Perbesar

Banyuwangi (Kabarpas.com) –  Guna memperingati Hari Jadi Banyuwangi ke-245, puluhan ribu masyarakat Banyuwangi mengikuti napak tilas Perang Puputan Bayu. Event ini sudah menjadi tradisi tahunan, khususnya bagi masyarakat kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Pantauan Kabarpas.com, para peserta napak tilas ini diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Pemberangkatan para peserta ini dimulai dari lapangan desa Sragi, kecamatan setempat,

Selanjutnya, para peserta menempuh jarah kurang lebih 7 KM. Yakni,  dengan melewati perkampungan hingga hutan di bawah kaki Gunung Raung. Di sepanjang jalan perkampungan para peserta disuguhi berbagai jajanan tradisional kas wilayah setempat secara gratis.

“Asyik mas, jika lelah kita berhenti sejenak sambil minum dan menyantap jajanan gratis yang disediakan oleh warga,” ucap Wawan kepada Kabarpas.com, Minggu (12/12/2016).

Wawan menambahkan, di setiap tahun ia selalu rutin ikut kegiatan ini. Selain bisa untuk olah raga, ia juga senang lantaran meski berjalan jauh namun tidak merasakan capek karena bersama-sama. “Apa lagi di finish kita nanti dapat melihat atraksi teaterikal perang Puputan Bayu atara warga pribumi mekawan penjajah Belanda,” imbuhya

Perang Puputan Bayu sendiri merupakan perang besar-besaran antara laskar Blambangan yang dipimpin Mas Rempeg Joko Pati dan Sayu Wiwit, untuk melawan para penjajah koloni Belanda.

“Sehingga kegiatan ini merupakan roh-nya Hari Jadi Banyuwangi atau Hajaba. Sehingga jika tidak ada perang Puputan Bayu, maka tidak ada Hajaba,” ujar Camat Songgon, Wagianto kepada Kabarpas.com.

Selain itu, Wagianto juga mengatakan, kalau kegiatan ini harus dijaga kelestariannya. Pasalnya selain dapat membangkitkan rasa nasionalisme atas perjuangan para pahlawa. “Sehingga generasi penerus harus selalu napak tilas agar tidak lupa dengan sejarah Banyuwangi,” tandasnya.

Kegitan ini diakhiri dengan pagelaran teaterikal perlawanan kepada penjajah Belanda, hiburan musik, dan undian berhadiah bagi seluruh peserta yang mendaftar kegiatan tersebut. (ais/gus).

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Cari_Aman di Jalan, Kenali Potensi Bahayanya

28 November 2021 - 11:53

Menlu Retno Buka BDF ke-12 di Bali

5 Desember 2019 - 15:01

Memahami Tradisi Hari Raya Purnama di Bali

12 November 2019 - 19:35

Kemen PPPA Raih Penghargaan Bawaslu Award 2019

26 Oktober 2019 - 10:16

Usai Dilantik Presiden, Menteri Bintang Puspayoga Pimpin Rapat Perdana di Kemen PPPA

24 Oktober 2019 - 06:13

Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk, Sekolah Libur

14 Oktober 2019 - 15:05

Trending di Nasional