Banyuwangi (Kabarpas.com) – Seiring dengan kemajuan jaman, rasa gotong royong pada masyarakat Indonesia mulai susah dijumpai. Namun, hal tersebut tidak seperti yang ada di wilayah Banyuwangi. Ratusan warga Dusun Sumberjeruk, Desa Taman Agung, Kecamatam Cluring, terlihat guyub saling bahu membahu untuk menyelesaikan pekerjaan pengecoran pondasi menara masjid di dusun setempat.
Dengan kedalaman pondasi 10 Meter, rencanya menara ini akan berdiri setinggi 45 Meter. Hal tersebut menjadi sebuah catatan bahwasanya menara tempat beribadah warga muslim ini merupakan menara tertinggi di Kota Gandrung.
Tak heran jika biaya yang di keluarkan oleh masyarakat mencapai Rp 750 juta. Padahal hingga kini dana yang masih dihimpun ketua panitia masih mencapai Rp 250 juta, itu pun murni data swadaya masyarakat setempat dan tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten.
“Meski dana kami masih sepertiga dari dana yang dibutuhkan. Tapi, kami sudah komiem tidak akan meminta-minta sumbangan, apa lagi bikin posko amal di jalan samping Masjid,” kata KH Mashudi, Ketua panitia pembanguna menara masjid Baitulmanan Kepada Kabarpas.com, Selasa (15/11/2016).
Sedangkan takmir masjid, Nanik Sujarwo berharap, bangunan menara yang dilaksanakan secara swadaya ini bisa bermanfaat bagi jama’ah masjid. “Selain menjadi ciri khas masjid di tempat kami, pastinya juga bermanfaat bagi kegiatan yang dilakukan di masjid ini,” ucapnya kepada Kabarpas.com.
Untuk sekedar diketahui, sebelum ada pengeras suara menara masjid difungsikan sebagai tempat untuk mengkumandangkan Adzan agar terdengar hingga jarak cukup jauh. Namun, hingga kini tinggal beberapa masjid yang masih terjaga untuk melakukan kumandang di dalam menara. (dik/tin).













