Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Nasional · 29 Okt 2016

Ratusan Pelajar di Banyuwangi Lepas Anak Penyu di Pantai Boom


Ratusan Pelajar di Banyuwangi Lepas Anak Penyu di Pantai Boom Perbesar

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Ratusan pelajar di Banyuwangi melepas anak penyu (tukik) di Pantai Boom. Uniknya, pelepas tukik ini merupakan pelajar SMK yang saat itu menggunakan pakaian adat 34 Provinsi di Indonesia.

Tukik-tukik yang dilepas tersebut adalah hasil penangkaran Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), lembaga yang getol dengan penyelamatan penyu di Banyuwangi, di Pantai Boom.

Pantauan Kabarpas.com, sebanyak 245 tukik yang diberi nama Tukik Kebangsaaan Bhinneka Tunggal Ika ini, dilepas di pantai Boom. Dalam pelepasan tukik ini, juga dilakukan oleh para tokoh masyarakat dan agama yang ada di wilayah setempat.

Dengan menggunakan mangkok kecil berisikan air laut, satu persatu tukik dipindahkan ke dalam mangkok tersebut. Selanjutkan dibagikan ke para pelajar SMK yang memakai baju adat Provinsi di Indonesia.

Usai mendapatkan tukik di dalam mangkok, mereka pun langsung baris berjajar satu memanjang di pinggir pantai. Tak lama berselang ada satu orang dari BSTF memberikan aba-aba untuk melepaskan tukik tersebut.

Sontak saja, seluruh pelajar pun secara bersama melepaskan bayi penyu hijau. Perlahan satu persatu tukik pun berjalan menuju deburan ombak di pinggir pantai. Beberapa saat kemudian ombak laut pun menghantarkan tukik untuk hidup bebas di habitat aslinya, yakni di laut lepas.

“Saya baru pertama kali lepas tukik, rasanya senang sekali bisa melepas secara langsung. Semoga tukik yang saya lepas bisa tumbuh dewasa dan kembali lagi ke pantai sini,”  ucap Silviani Sari pelajar asal SMK  Mandala kepada Kabarpas.com, Sabtu (29/10/2016).

Sedangkan Fikri Saiful pelajar dari SMK Giri mengatakan, pelepasan tukik menggunakan pakaian adat yg berbeda-beda merupan simbol dari kepedulian pemuda Indonesia atau kelestarian satwa laut yakni penyu. “Sehingga kita bisa simpulkan, meski berbeda suku, agama, namun kita warga Indonesia harus tetap bersatu dalam pelestarian Penyu,” imbuhnya

Sementara itu, Ketua yayasan BSTF Wiyanto Haditanojo atau yang biasa di kenal Wiwit mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 88.

“Sebanyak 245 ekor tukik kita lepas, lantaran jumlah tersebut sama dengan hari jadi Kabupaten Banyuwangi,” kata Wiwid kepada Kabarpas.com.

Untuk diketahui, BSTF merupakan yayasan penangkaran penyu di Banyuwangi, telur-telur penyu di dapat dari penyu yang mendarat di Pantai Boom untuk bertelur. Selanjutnya, dilakukan penyelamatan dan dilakukan di penangkaran yayasan tersebut. Sehingga telur-telur penyu dapat terselamatkan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab untuk di jual di pasar tradisional.  (dik/gus).

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Cari_Aman di Jalan, Kenali Potensi Bahayanya

28 November 2021 - 11:53

Menlu Retno Buka BDF ke-12 di Bali

5 Desember 2019 - 15:01

Memahami Tradisi Hari Raya Purnama di Bali

12 November 2019 - 19:35

Kemen PPPA Raih Penghargaan Bawaslu Award 2019

26 Oktober 2019 - 10:16

Usai Dilantik Presiden, Menteri Bintang Puspayoga Pimpin Rapat Perdana di Kemen PPPA

24 Oktober 2019 - 06:13

Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk, Sekolah Libur

14 Oktober 2019 - 15:05

Trending di Nasional