Surabaya, Kabarpas.com – Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi NU 2026 pada Selasa (10/03/2026) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).
Kegiatan ini bertujuan merumuskan arah pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama dalam 15 tahun ke depan sekaligus memberikan apresiasi kepada sivitas akademika Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang berprestasi.
Ketua LPT PBNU Ainun Na’im mengatakan, seminar ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan PTNU dalam menghadapi berbagai perubahan di dunia pendidikan tinggi.
“Tujuan pertama adalah memastikan PTNU memiliki tingkat respons dan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai perubahan. Perguruan tinggi menghadapi persoalan yang kompleks sehingga perlu disiapkan berbagai skenario untuk menjawabnya secara simultan,” ujarnya, Kamis (05/03/2026).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja sivitas akademika PTNU.
“Tujuan kedua adalah memberikan apresiasi atas capaian sivitas akademika PTNU. Diharapkan penghargaan ini dapat menumbuhkan kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga,” jelas mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode 2011–2021 tersebut.
Sementara itu, Sekretaris LPT PBNU Faishal Aminuddin menyebutkan bahwa Anugerah Pendidikan Tinggi NU memiliki sejumlah kategori penghargaan.
Di antaranya kategori Ilmuwan Muslim Berpengaruh, Pengabdian Sepanjang Hayat bagi Tokoh NU, Dosen dengan Karya Ilmiah Terbaik, Tenaga Kependidikan Terbaik, Lembaga atau Pusat Studi Terbaik, Mahasiswa Berprestasi, serta Duta PTNU.
“Anugerah ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan capaian sivitas akademika yang berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kontribusi kepada masyarakat, serta penguatan kemandirian jam’iyyah,” ujarnya.
Hadirkan Sejumlah Rektor dan Keynote Speaker
Seminar nasional ini akan menghadirkan Muhammad Nuh sebagai keynote speaker yang akan membahas tantangan perguruan tinggi dalam sepuluh tahun ke depan serta peran PTNU dalam menjawab dinamika global pendidikan.
Pada sesi pertama bertema Pembaruan Kurikulum dan Metode Pembelajaran akan menghadirkan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Fatkul Anam, Rektor Universitas Islam Malang Junadi Mistar, serta Rektor Universitas Islam Makassar Muammar Bakry. Diskusi ini dimoderatori oleh Baiq Mulianah dari Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat.
Sementara sesi kedua bertema Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi menghadirkan Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang Helmy Purwanto, Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono, serta Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur Hamdani. Sesi ini dimoderatori oleh Ali Formen.
Usai seminar, seluruh pimpinan PTNU juga diminta menyampaikan pandangan tertulis yang akan dikompilasi dalam sesi perumusan rekomendasi. Sesi ini dipimpin oleh Abu Amar Bustomi, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan.
Penjurian Ketat dan Berjenjang
Ketua tim juri Fatkul Anam menjelaskan bahwa proses penjurian dilakukan secara berjenjang oleh panel juri.
Data kandidat diperoleh dari penambangan data yang dilakukan tim LPTNU serta nominasi dari berbagai PTNU. Seluruh data kemudian diverifikasi dan dinilai hingga menghasilkan tiga kandidat terbaik pada setiap kategori.
“Tim LPTNU sudah bekerja mengumpulkan data sejak awal Januari 2026. Kami benar-benar menjaga integritas dalam semua proses penilaian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan independen, termasuk jika ada rektor PTNU yang menjadi bagian dari tim juri.
Malam Anugerah Dihadiri Ratusan Undangan
Ketua Panitia Malam Anugerah LPTNU Mustadin mengatakan, acara penganugerahan akan digelar setelah salat tarawih dan dihadiri sekitar 300 undangan dari PTNU, pengurus NU, badan otonom, serta sejumlah lembaga lainnya.
Dalam malam anugerah tersebut, penghargaan akan diberikan dalam beberapa bentuk. Plakat emas diberikan untuk kategori Ilmuwan Muslim Berpengaruh dan Pengabdian Sepanjang Hayat. Plakat perak diberikan kepada dosen dengan karya ilmiah dan karya kemasyarakatan. Sedangkan plakat perunggu diberikan kepada tenaga kependidikan serta pusat studi terbaik.
Sementara untuk mahasiswa, penghargaan diberikan dalam bentuk medali bagi kategori prestasi serta Duta PTNU. Selain kategori tersebut, panitia juga menyiapkan sejumlah penghargaan tambahan yang bersifat apresiatif. (zam/ian).

















