PC GP Ansor Probolinggo Gelar Pesantren Kilat Pasca Unas

Probolinggo (Kabarpas.com) – – Sebanyak 126 siswa kurang mampu dan berprestasi Se-Kabupaten Probolinggo mengikuti Pesantren Kilat Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) Tahun 2016. Acara yang digelar oleh Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten setempat ini, ialah untuk siswa kurang mampu dan berprestasi yang hendak malanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia secara gratis dan mendapatkan beasiswa.

Ratusan siswa tersebut merupakan, utusan dari SMA/SMK sederjat, yang sebelumnya sudah di saring terlebih dahulu dari sekolah asalnya. Namun, dari 126 pendaftar, panitia nantinya akan melakukan penyaringan dan menyeleksi lagi sehingga hanya 60 siswa saja yang berhak mengikuti Sanlak BPUN 2016.

“Untuk tahun 2016 ini sudah masuk angkatan ke-6, sekarang ini masi proses tecnical meeting mas, nanti hari mingggu kita adakan seleksi lagi. Kita hanya ambil 60 siswa saja,untuk IPS 30 dan IPS 30 mas,” ujar Muchlis, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo kepada Kabarpas.com, Minggu (17/04/2016).

Dijelaskan, 60 siswa tersebut selanjutnya akan di karantina selama 1 (satu) bulan penuh di Pondok Pesantren HATI di Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kota Kraksaa,n Kabupaten Probolinggo untuk diberikan pembekalan.

Selama hari Senin sampai Jumat, para siswa akan dilatih oleh tutor sesuai dengan jurusan yang dipilih agar dapat lulus di PTN. Dan akan direview untuk mengikuti try out di hari Sabtunya. Sedangkan untuk hari Minggunya peserta akan mengikuti kegiatan outbond yang berisi peningkatan ibadah, kepemimpinan, keorganisasian dan pengetahuan kewirausahaan sehingga mereka bisa hidup mandiri setelah masuk di PTN nanti. “Kami tidak ingin peserta sanlat nantinya setelah di PTN terpengaruh dengan organisasi-organisasi radikal yang berkeliaran di kampus dan apalagi menentang NKRI mas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para siswa yang sudah diterima di PTN dan telah lulus, diharapkan dapat bermanfaat untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo. Sehingga sebagai putra daerah mereka dapat meningkatkan serta maemajukan daerahnya sendiri.

“Yang di terima di PTN harus menandatangani Pakta Integritas mas. Selama kuliah mereka harus berprestasi, dan setalah lulus harus kembali ke Probolinggo. Dan harapannya tahun 2020 IPM probolinggo bisa masuk 10 besar di Jawa Timur,” pungkasnya. (sam/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *