Probolinggo (Kabarpas.com) – Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo kembali mengalami letusan pada Minggu (10/01/2016) pagi. Sebanyak 4 letusan terjadi dalam perut kawah dengan durasi terlama 37 detik dan amplitudo maksimal 32 mili meter. Dalam letusan ini juga disertai suara gemuruh dan kepulan asap yang kian tinggi menuju ke arah barat.
Pantauan Kabarpas.com kepulan asap pekat kelabu tebal kawah gunung yang dikenal keeksotisannya itu, terus membubung setelah mengalami letusan kembali pada Minggu tadi. Bahkan, ketinggian asap yang sebelumnya hanya 900 meter. Kini mencapai 1.200 meter diatas puncak kawah atau 3.529 meter diatas permukaan laut.
Selain itu, berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdeteksi mengalami letusan selama 6 jam terakhir, yaitu sejak pukul 00.00 hingga 06.00 waktu indonesia barat (WIB), durasi letusan antara 15 hingga 37 detik dengan amplitudo maksimal 32 milimeter.
“Selama meletus suara gemuruh menerus terdengar dari dalam kawah. Sementara aktivitas seisimik saat ini berkisar 3 mendatar 21 dominan 5 mili meter,” ujar Iing Kusnadi, kepala Tim Tanggap Darurat PVMBG Gunung Bromo kepada Kabarpas.com. Minggu, (10/01/2016).
Aktivitas letusan yang terus menggeliat, menandakan bahwa energi dalam dapur magma Gunung Bromo ini masih tinggi.Untuk itu petugas PVMBG meminta kepada warga dan pengunjung supaya tetap siaga bencana. Pasalnya, intensitas letusan Bromo sulit diprediksi, sebab sebelumnya sempat diprediksi menurun. Namun, ternyata kembali mengalami peningkatan siginifikan selama dua hari terakhir ini.
Sementara saat ini, warga di kawasan rawan bencana sisi utara dan timur kawah relatif aman dari hujan debu vulkanik. Itu seiring arah asap yang cenderung menuju arah barat selama 6 hari terakhir. (har/gus).



















