Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Probolinggo, sudah menjalani vaksin Covid-19. Pelaksanaan vaksin sinovac ini dilakukan di Puskesmas dan Pustu (Puskesmas Pembantu) di kota ini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB, dr NH Hidayati mengatakan, pelaksanaan vaksin selama 2 hari, sasaran vaksin sebanyak 196 orang (Rabu) dan 280 orang (Kamis). Pada hari pertama yang sudah divaksin 169 orang, 6 orang ditunda dan sisanya dibatalkan karena beberapa alasan seperti memiliki komorbid, punya riwayat penyakit lain dan merupakan penyintas (sudah terpapar Covid-19) , untuk hari Kamis semua sudah tervaksin.
“Yang 6 orang ditunda dan sisanya dibatalkan karena ada yang memiliki kormobid, dan ada juga yang penyintas Covid 19,” ujar dr Ida (sapaan akrab dr NH Hidayati.
Tempat pelaksanaan Vaksin tambah Ida, ada di 17 fasilitas kesehatan tapi belum semua siap. Yang sudah melaksanakan antara lain enam puskesmas, puskesmas pembantu (pustu) Mayangan, RS Siti Aisiyah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kimia Farma, Klinik Polres Probolinggo Kota dan DKT (Dinas Kesehatan Tentara), dan dilakukan pada Hari Rabu dan Kamis.
Prosedur pelaksanaan vaksinasi adalah pendaftaran melalui aplikasi. Kemudian screening lalu penyuntikan dan dilanjut observasi selama 30 menit.
“30 menit digunakan untuk observasi apa ada efek samping atau tidak. Tadi malam (Rabu) ada efek tidak begitu berarti, seperti pegal di tempat suntikan, meriang, pusing. Lebih banyak tidak bergejala,” ujarnya .
Ida mengimbau, meski mereka sudah vaksin tetap melaksanakan protokol kesehatan 4M seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan. “Meski sudah divaksin tetap disiplin melaksanakan 4 M,” imbuhnya.
Sementara itu, dr Ike Yuliana yang sudah mendapatkan vaksin menceritakan selama observasi ia dipantau adakah gejala pusing, mual atau anafilaktik (syok). Pemberian vaksin seperti pemberian vaksin biasanya dan tidak sakit .
“Ada beberapa teman yang cemas, ketakutan tapi setelah suntik ya biasa aja. Tidak sesakit yang terbayangkan sebelumnya,” ucap Ike.
Ia menambahkan, setelah divaksin protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan, karena protokol kesehatan dan vaksin punya peran berbeda, kalau prokes mencegah virus masuk minimal mengurangi jumlah virus yang masuk. Sedangkan vaksin memperkuat sistem imun manusia secara spesifik.
“Vaksin adalah salah satu usaha memperkuat sistem imun. Kita semua harus mendukung program vaksin supaya bisa tercapai herd immunity untuk bisa mencapai pencegahan,” tutupnya. (wil/gus).

















