Bangil (Kabarpas.com) – Setelah mendapat perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, beberapa orang yang mengalami keracunan massal usai memakan nasi kotak dari pabriknya tersebut, akhirnya diperbolehkan pulang.
“Setelah menjalani perawatan dan observasi secara intensif, beberapa korban sudah diperbolehkan pulang,” ujar Priyo salah satu petugas di RSUD Bangil, saat ditemui Kabarpas.com di ruang IGD RSUD setempat, Rabu (25/01/2015) siang.
Dari 13 orang karyawan yang mengalami keracunan. Hingga pukul 13.00 WIB tadi, terdapat 5 orang yang sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan korban keracunan yang lain masih mendapat perawatan di ruang IGD tersebut. Bahkan, ada dua karyawan yang harus diopname. “Mereka yang harus diopname ini yaitu atas nama Herman dan Ani,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu dokter medis di RSUD Bangil, dr Windiarti mengatakan, bahwa 13 karyawan itu mengalami keracunan akibat usai makan nasi kotak yang disediakan oleh pabriknya.
“Di dalam nasi kotak yang mereka makan itu terdapat ikan bandeng, mie, dan sambel goreng. Dan usai makan nasi kotak itu, esokan harinya mereka mengalami muntah dan berak,” jelasnya kepada Kabarpas.com.
Inilah nama-nama karyawan korban keracunan massal tersebut:
- Herman.
- Triadini.
- Moch Cholis.
- Riyono.
- Fatimatus
- Ani.
- Iwan Sugara.
- Nur Cholis.
- Mustakim
- Khoirul Amin
- Yuliambar
- Didit
- Hendra.
Seperti dikabarkan sebelumnya, 13 karyawan pabrik PT. Yamaha Musik Produk Indonesia (YMPI), yang berlokasi di kawasan PIER Kabupaten Pasuruan mengalami keracunan massal. Para karyawan ini keracunan usai makan nasi jatah perusahaan saat melakukan aktivitas kerja. (ajo/uje).



















