Rabu, 08 Oktober 2025 – 16.25 | 819 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Sebanyak 285 guru ngaji di Kecamatan Jelbuk akhirnya menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Jember. Penyaluran dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Rabu (8/10/2025) di enam desa wilayah kecamatan tersebut.
Kabag Kesra Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa proses pencairan kali ini berjalan lancar di seluruh titik penyaluran. “Berdasarkan hasil pendataan, jumlah guru ngaji di Kecamatan Jelbuk meliputi Desa Jelbuk sebanyak 34 orang, Panduman 51, Sucopangipok 45, Suger Kidul 57, Suko Jember 67, dan Sukowiryo 31 orang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sistem pencairan tahun ini dibuat lebih sederhana dan efisien agar tidak lagi mempersulit para penerima manfaat. Pendekatan baru tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Kesra, pemerintah desa, dan lembaga keuangan penyalur.
Selain Kecamatan Jelbuk, Bagian Kesra juga menyalurkan insentif di Kecamatan Wuluhan pada hari yang sama.
Proses pencairan yang lebih cepat tahun ini disambut positif oleh para guru ngaji. Salah satunya Ilyasin (50), pengajar dari Desa Panduman, yang mengaku merasakan perbedaan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu pencairan insentif guru ngaji sangat sulit. Banyak tahapan yang harus dilalui, mulai dari desa, kecamatan, sampai verifikasi berkas, antrean di bank juga panjang. Sekarang prosesnya jauh lebih mudah dan cepat,” ucapnya.
Ilyasin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Fawait atas perhatian yang diberikan kepada para guru ngaji. Ia menyebutkan bahwa bantuan sebesar Rp 1.500.000 yang diterimanya sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Honor ini sangat berharga bagi kami. Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Gus Fawait atas perhatiannya,” katanya.
Meski begitu, Ilyasin berharap ke depan pendataan guru ngaji bisa dilakukan lebih merata dan mempertimbangkan kualitas pengajaran meski hanya memiliki segelintir santri.
Program insentif guru ngaji ini diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi para pendidik agama yang berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda di Kabupaten Jember. (dan/ian).


















