Puluhan Pelaku Usaha Mikro Dilatih Media Pemasaran Berbasis Online

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Puluhan pelaku usaha mikro di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan pelatihan media pemasaran berbasis online untuk memasarkan produknya, di Kampung Kita Hotel dan Waterpark Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/10/2019).

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo ini dipandu langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, serta narasumber utama Agung Wiendarto, seorang praktisi bidang web dan konsultan marketing online.

Dalam materinya, Agung Wiendarto menyampaikan tentang perbedaan konsep marketing/pemasaran secara online dan manual. Beberapa tujuan yang ingin dicapai pada konsep pemasaran online adalah meningkatkan penjualan, meningkatkan prosentase re-order serta meningkatkan kunjungan ke lapak market place.

Dijelaskan, dalam konsep marketing online, media sosial adalah salah satu media paling strategis untuk disasar dalam mempromosikan sekaligus memasarkan produk/jasa. Pasalnya menurut pria yang juga sebagai pengelola puluhan fanpage ini, di negara Indonesia sendiri dari 150 juta orang pengguna jaringan internet, 130 jutanya aktif sebagai pengguna media sosial mobile.

“Bagi seorang pengusaha, pada era revolusi industri 4.0 saat ini, selain kreatifitas dan etos kerja, kemampuan menjalankan bisnis secara online merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Jika ingin masuk dalam persaingan, mau tidak mau harus bisa menjual secara online,” ujar Agung Wiendarto pada salah satu paparanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah inovasi pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kepada para pengusaha UKM agar mampu mengembangkan wawasan kewirausahaan melalui keterampilan pemasaran online. Selain menghasilkan karya unggul juga mampu bersaing di pasar global.

“Tidak hanya diberikan materi dan teori, akan tetapi mereka juga akan difasilitasi sebuah market place berupa fanpage yang bisa dimanfaatkan bersama yang di kelola oleh narasumber. Namun ini hanya sebagai start up dan media praktek langsung saja selanjutnya diharapkan mereka bisa segera mandiri dan mengelola akun pemasaran mereka sendiri,”pungkasnya. (mel/nis).