M. Adib Abdushomad: Keberpihakan Anggaran Untuk Akreditasi PTKI Harus Ditingkatkan

Reporter : Alip Nuryanto

Editor : Agus Hariyanto

 

Jakarta, Kabarpas.com – Sinar mentari pagi di Kota Jakarta belum juga memanas para pejuang Mutu PTKIN telah berkumpul di hotel Ibis Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa, (20/08/2019). Para pimpinan lembaga penjaminan mutu ini berkumpul untuk mengikuti klinik Penyusunan laporan kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan laporan evaluasi diri (LED) PTKIN dengan 9 kriteria yang akan berlangsung selama dua hari.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi saat ini merupakan era peningkatan mutu dan kualitas. Dalam rangka mensukseskan hal tersebut BAN PT telah mengeluarkan kebijakan adanya instrumen baru borang akreditasi dengan 9 kriteria.

Hadir pada saat pembukaan M. Adib Abdushomad, Ph.D Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Prof. Suwito Asesor sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Sugeng Sulistyo Asesor BAN PT dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, para kepala seksi dan pimpinan LPM PTKIN.

Saat menyampaikan arahan alumni doktor public policy Flinders University M. Adib Abdusshomad meminta seluruh pimpinan PTKI memiliki keberpihakan anggaran untuk peningkatan akreditasi.

“Akreditasi merupakan salah satu indikator mutu dan kualitas perguruan tinggi, oleh karena itu semangat untuk mencapai nilai akreditasi yang unggul harus terus kita pupuk bersama demi PTKI yang jaya,” pinta Adib.

Untuk memberikan keberlanjutan informasi terkait dengan penyusunan borang dengan 9 kriteria, Adib meminta agar dibuatkan manual book sebagai panduan bagi PTKI lain yang akan melakukan akreditasi.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan komitmen para tim LPM dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu dan kualitas PTKI kita, jangan lupa tetap berdoa kepada Allah agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap aktifitas,” terang Adib.

Sementara Guru besar UIN Syahid Jakarta Prof. Suwito menekankan kepada seluruh peserta agar setiap isian tabel yang ada bisa diakses secara online.

“Hal ini agar mempermudah Asesor yang turun pada saat asesmen lapangan dan akan memberikan dampak nilai yang tinggi dibandingkan data ofline,” jelasnya.

“Intrumen borang baru ini juga menekankan bentuk kerjasama (MoU) international, tidak hanya bukti MoU namun juga harus dilampirkan bentuk laporan kerjasama serta manfaat dari MoU yang telah terjalin,” tambah Suwito.

Untuk sekadar diketahui, sebagian besar peserta yang hadir adalah perwakilan PTKIN yang akan submit borang ke SAPTO pada tahun 2019 dan 2020. “Ini merupakan klinik pertama kali yang diselenggarakan untuk borang 9 kriteria,” tutup Zidal Huda selaku Kasi Penjaminan Mutu PTKI. (lip/gus).