Kuota CPNS Masih Belum Mampu Atasi Kekurangan Guru

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyatakan sebanyak 300 lebih guru di Kabupaten Probolinggo untuk tahun 2019 akan memasuki pensiun. Namun kenyataannya, formasi CPNS yang diberikan pemerintah pusat untuk guru hanya 113 saja. Sehingga, masih menyisakan beban di dunia pendidikan.

“Saat ini kuota CPNS dari kalangan guru hanya 113 dan yang pensiun 300 orang lebih. Sehingga kita masih kekurangan tenaga pendidik karena lebih banyak yang pensiun,” katanya.

Dengan adanya kekurangan guru tersebut, Dispendik memanfaatkan adanya PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang ada di Kabupaten Probolinggo dan kelas rangkap.

“Mudah-mudahan alokasi PPPK bisa diperbanyak lagi. Yang jelas adanya kelas rangkap atau multigrade mengatasi kekurangan guru, khususnya di daerah terpencil yang ada di 91 lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Selanjutnya kata Dewi, untuk mengatasi kekurangan guru tersebut juga akan dilakukan merger. Sekolah yang satu halaman akan dijadikan satu dengan kepala sekolah dan tenaga pendidiknya.

“Gurunya lebih dihemat lagi di sekolah yang merger itu. Dari sanalah kita bisa mengurangi angka kekurangan tenaga pendidik,” terangnya.

Lebih jauh Dewi menjelaskan solusi lainnya adalah dengan membentuk sekolah satu atap yang lembaga pendidikan SD dan SMP-nya di lokasi gedung yang sama.

“Yang kita lakukan saat ini adalah Kepala Sekolah SD dan SMP Satu Atap. Karena kita juga kekurangan kepala sekolah. Dengan adanya multigrade di 91 lembaga pendidikan SD, maka akan bisa memberikan solusi untuk efisiensi guru,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo meyakini kalau kekurangan jumlah guru bisa teratasi dengan maksimal.

“Saya pribadi hanya bisa menyampaikan untuk kekurangan guru ini supaya bisa ada solusi dengan menambah kuota guru honorer,” pungkasnya. (mel/nis).