Hanya di Ngopi Legi, Semua Pihak Bisa Duduk Bareng Cari Solusi

Reporter : Sudarmoko

Editor : Diaz Octa

 

 

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Prihatin dengan adanya masalah pencemaran Sungai Wrati yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya, membuat Kabarpas.com sebagai salah satu media online berbasis di Pasuruan menghadirkan program acara baru bernama “Ngopi Legi” (Ngobrol Pinter Legowo Ning Ati).

Dalam edisi perdana kali ini, Ngopi Legi digelar di Sentra UMKM Kabupaten Pasuruan “Bang Kodir” Pogar, Bangil, pada Rabu (04/9/2019) malam. Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 wib hingga 22.30 wib tersebut, dimoderatori oleh Kang Hendry Londo.

Sejumlah pihak turut dihadirkan dalam acara ini, mulai dari unsur warga hingga pemerintah. Di antaranya yaitu DLH Kabupaten Pasuruan, anggota DPRD dari fraksi PKB dan PKS Kabupaten Pasuruan, Camat Bangil dan Camat Beji, Jurnalis, Ansor, WALHI, Forum Kepala Desa, perwakilan dari perusahaan yang ada di wilayah Bangil, Beji, dan Gempol, Karang Taruna, serta para petani peduli lingkungan.

“Melalui acara Ngopi Legi ini kita coba ajak semua pihak untuk duduk bareng dan diskusi tipis-tipis mencari solusi terkait permasalahan di wilayah Pasuruan yang belum ada jalan keluarnya. Dan di edisi perdana ini kita membahas tentangĀ  Nasib Sungai Wrati yang Kian Memprihatinkan,” ujar Kang Hendry Londo, yang juga Pimpinan Produksi Acara Ngopi Legi.

Dijelaskan, permasalahan tentang pencemaran lingkungan yang berada di Sungai Wrati sering diperbincangkan di sosmed, dan diduga penyebabnya karena limbah dari pabrik yang berada di sekitar sungai tersebut.

“Adanya pencemaran Sungai Wrati mempengaruhi pengairan sawah, juga kebutuhan air bagi masyarakat disekitarnya. Seperti di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, yang minim air bersih, bahkan air sumur berwarna coklat. Ditambah lagi daerah tersebut merupakan daerah langganan banjir. Sehingga harapannya melalui acara Ngopi Legi ini bisa menampung aspirasi masyarakat dan bisa ditindak lanjuti pihak terkait untuk dicarikan solusinya,” pungkasnya. (Dar/Diz).