Di Probolinggo, Ada Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

0
57

Reporter :Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah kerap dirayakan dengan berbagai cara oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki kekhasannya sendiri dalam merayakan peringatan Maulid Nabi ini. Dalam kalender masehi tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada 1 Desember 2017.

Bagi masyarakat Desa Temenggungan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak bakal dilewatkan begitu saja. Beragam cara dilakukan untuk menunjukkan kecintaan terhadap sang baginda Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang diperingati oleh Sus Buah (45th), asal warga Desa Temenggungan Kecamatan Krejengan dengan tradisi unik yang dilakukan di setiap tahunnya, Selasa (5/12/2017) malam. Dimana Sus yang profesinya sebagai penjual buah di Pasar Genggong ini tidak pernah absen memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di setiap tahunnya.

Suasana saling rebut pun terjadi ketika masyarakat akan berdiri membaca salawat. Siapa yang cepat berdiri dan berebut, maka dia yang akan mendapat keranjang yang berisi snack, buah dan sandal, buah serta sayuran dan snack serta gantungan yang lain. Setelah berebut mereka kembali khusuk membaca salawat.

Menurut keterangan Sus kepada media kabarpas.com, tradisi tersebut memang sudah jarang dilakukan di daerah lain. Namun di desanya tradisi itu masih terjaga walaupun zaman semakin berkembang dan maju.

“Terlepas dari itu, semoga semua umat muslim dapat mengambil hal yang positif dari perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini. Perkuat iman untuk bekal di akhirat nanti. Semoga di Maulid Nabi tahun mendatang kami sekeluarga diberikan kesehatan dan umur panjang serta barokah. Kami akan adakan lagi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang lebih meriah,” pungkasnya. (pu2t/nis)