Begini Kronologis Penculikan Guru PAUD di Pasuruan

Pasuruan (Kabarpas.com) – Kasus penculikan seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)bernama Ajeng Retno Radena (22), pada hari Sabtu, (12/09/2015) lalu, akhirnya terungkap. Itu setelah satuan tim Resmob Polres Pasuruan Kota berhasil membebaskan korban sekaligus menangkap pelaku, Deny Herviyanto (24), saat yang bersangkutan sedang menggadaikan motornya di Magelang, Jawa Tengah.

Kanit Resmob Polres Pasuruan Kota, Aipda Hasanudin mengatakan, aksi penculikan guru paud berwajah imut dan cantik ini terjadi , saat korban yang berasal dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tersebut, sedang melakukan agenda menjenguk orang tuanya di Perumahan Pesona Candi, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Kala itu, korban meminta ijin dan meminjam motor kepada orang tuanya untuk mendatangi seorang pria kenalannya yang tak lain adalah pelaku, di sebuah Alfamart yang berada di jalan raya Ngopak, Kabupaten Pasuruan.

Namun, tanpa diketahui oleh korban. Ternyata pelaku yang diketahui merupakan pecatan TNI AL itu sudah memiliki niat buruk untuk membawa kabur korban yang dikenal masih polos dan lugu tersebut, ke Magelang Jawa Tengah. Itu terbukti, bahwa pada saat melakukan pertemuan, korban langsung dibawa pelaku ke Magelang dengan menggunakan mobil Toyota Innova.

“Keesokan harinya, pada hari Minggu tanggal 13 September 2015. Ibu korban bernama Elok Sri Utami melaporkan kepada kami, kalau anaknya itu menjadi korban penculikan. Hal itu dikarenakan korban yang sebelumnya ijin keluar rumah tak kunjung pulang dan sama sekali tidak memberikan kabar kepada orang tuanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam laporannya ibu korban juga menceritakan kalau dirinya menerima sms dari nomor tak dikenal, yang isinya meminta agar pihak keluarga mengambil motor korban, yang telah dititipkan ke sebuah Alfamart tempat pelaku dan korban melakukan pertemuan tersebut. Dalam sms itu, pelaku juga mengatakan, kalau dirinya membawa pergi Retno.

“Untuk memastikan keberadaan korban, pelapor kemudian mencoba menghubungi nomor handphone korban. Namun, ternyata tidak diangkat. Karena khawatir terjadi apa-apa terhadap putri kesayangannya itu. Pelapor lalu meminta saudaranya yang juga paman korban, Hari Siswanto untuk mengecek langsung ke Alfamart di jalan raya Ngopak tersebut,” terangnya.

Nah, saat pihak keluarga korban mengecek ke Alfamart, diperoleh kepastian dari M Bachtiar (27), salah seorang pegawai Alfamart Ngopak, yang menceritakan bahwa sekitar pukul 15.30 WIB korban dibawa seorang pria yang mengendarai mobil Innova bernopol B ke arah Barat.

“Pelapor menjadi tambah gelisah saat pelaku penculikan kembali SMS menggunakan HP Retno yang isinya dengan nada mengancam, agar tidak melaporkan masalah ini ke polisi apabila menginginkan Retno dalam kondisi selamat. Bahkan, dalam SMS yang dikirimkan berikutnya, pelaku juga mengabarkan Retno tidak sadarkan diri setelah dipaksa masuk ke mobil yang dibawa pelaku,” ucapnya.

Dari laporan inilah pihak Polres Pasuruan Kota, akhirnya menugaskan tim Resmob Polresta setempat, untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku dan membebaskan korban yang diketahui berada di wilayah Magelang, Jawa Tengah. (ajo/abu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *