Begini Cara Pemkab Probolinggo Tingkatkan Kepekaan Masyarakat Terhadap Kesejahteraan Sosial

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap kesejahteraan sosial. Yakni, dengan membentuk Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM).
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Achmad Arif melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Rigustina mengatakan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) adalah alat, wadah, sarana maupun media yang digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan usaha kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
“Wahana ini berupa jaringan kerja kelembagaan sosial komunitas lokal baik yang tumbuh melalui proses alamiah dan tradisional maupun yang dibentuk untuk mensinergikan pelaksanaan tugas dibidang usaha kesejahteraan sosial seperti kelompok arisan, Kelompok Usaha Bersama, lumbung desa dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut Tina, WKSBM ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, meningkatkan peran aktif masyarakat dibidang kesejahteraan sosial, terciptanya pelembagaan kesejahteraan sosial kelompok masyarakat secara berkelanjutan ditingkat lokal serta mengurangi tingkat kemiskinan dengan pengelolaan swadaya masyarakat.
“Targernya WKSBM di Desa Randujalak, Alasnyiur dan Besuk Agung mulai tahun 2020 sudah terbentuk, berjalan dan eksis. Tugas utamanya adalah untuk membantu tugas pemerintah dalam menurunkan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan masalah sosial di desanya,” jelasnya.
Tina menerangkan strategi pemberdayaan WKSBM dilakukan melalui pendekatan identifikasi berbagai bentuk model jaringan yang telah ada dan hidup di lingkungan masyarakat, pengembangan jaringan kemitraan yang mencakup kepedulian, kesetaraan, kerjasama yang saling menguntungkan, mengembangkan partisipasi sosial di dalam bekerja sama, advokasi sosial sebagai upaya memberikan perlindungan hak-hak warga masyarakat serta pelembagaan yang mengandung makna serta sistem kerjasama yang berkelanjutan.
“Harapannya dengan terbentuknya WKSBM nantinya beban pemerintah bisa terbantu dan peran serta masyarakat bisa meningkat sehingga PMKS bisa tertangani dengan cepat. Tidak menunggu pemerintah. WKSBM fungsinya sama dengan karang taruna yang menangani pilar-pilar organisasi sosial,” pungkasnya. (mel/nis).