Miris, Universitas Bakti Indonesia Hanya Miliki 6 Prodi yang Terakreditasi BAN-PT

Reporter : Pendik

Editor : Memey Mega

Banyuwangi – Dugaan Problem pendidikan terjadi di Universitas Bakti Indonesia, Banyuwangi. Dari 9 fakultas dan 20 prodi yang dibuka oleh perguruan tinggi swasta tersebut, terdapat 7 prodi yang masih terdaftar dalam website banpt.or.id. Ironisnya, itu pun ada satu prodi yang sudah melewati tanggal daluarsa, prodi tersebut yakni program studi S-1 kimia dengan tanggal daluarsa, Kamis (18/07/19).

Mengetahui hal ini, kabarpas.com Biro Banyuwangi pun langsung mengkonfirmasi pembina Yayasan Puspa Dunia, Teguh Sumarno melalui telfon. Kabar berbeda muncul dari Pembina Yayasan yang juga menjabat sebagai ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi. Dimana dari jumlah 9 fakultas dan 20 prodi di Universitas Bakti Indonesia, ternyata hanya terdapat 17 prodi.

“ Endak ya lain, endak nganu kok, yang lain saya…. Hanya tujuh belas itu. ” Ucap Teguh Sumarno melalui telfon, Minggu (21/07/19)

Tak hanya itu, rupanya polemik ini juga berdampak pada kalangan Mahasiswa di Universitas Bakti Indonesia, yang sudah mulai resah. Pasalnya, tidak terakreditasinya lebih dari sebagain fakultas dan prodi di daftar website banpt.or.id. Membuat mahasiswa yang hampir menyelesaikan program studi di kampus UBI menjadi tak punya hasrat untuk menyelesaikan perkulihan.

“ Saya sebenarnya tahun dua ribu delapan belas lulus, namun karena tidak terdaftarnya prodi saya di website banpt.or.id, saya menjadi malas untuk menyelesaikan program studi. ” Ungkap salah satu Mahasiswa Universitas Bakti Indonesia, yang enggan disebut namanya melalui telfon, Sabtu(20/07/19)

Selain dalam studi perkulihan, dalam hal biaya juga diresahkan Mahasiswa Universitas Bakti Indonesia, di Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Karena pihanya sudah menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah, namun prodinya tidak terdaftar dalam akreditasi BAN-PT.

“ Saya itu sudah mengeluarkan uang kira kira hampir sepuluh juta rupiah gitu. Ibarat usaha bebek sama kandang kandangnya juga ngikut untuk biaya kuliah, namun akreditasinya gak jelas. ” Jelas Mahasiswa yang juga enggan disebut namanya kepada kabarpas.com Biro Banyuwangi, Sabtu (20/07/19)

Sebelumnya, tim redaksi kabarpas.com Biro Banyuwangi juga melakukan investigasi ke kampus yang Rektornya adalah Totok Sumarhadi. Salah satu pegawai kampus saat ditanya tentang wisuda, membenarkan kalau pada tahun 2018, Kampus UBI belum melakukan wisuda terhadap Mahasiswa. Hal tersebut dilakukan, lantaran masih banyak Mahasiswa yang belum menyelesaikan program studi.

“ Di sini biasanya wisuda pada bulan sebelas, namun karena jumlah yang lulus sedikit, rencanya kita gabung dengan tahun 2019. ” Jawab kapala Bagian Keuangan Universitas Bakti Indonesia, Senin (16/07/19)

Perlu diketahui, sedangkan dalam website ristedikti.go.id Universitas Bakti Indonesia, Cluring, Banyuwangi, menyandang status pembinaan. Status pembinaan dapat diartikan perguruan tinggi dikenai sangsi administratif karena melakukan pelanggaran akademik. (Pen/Mey)