Harga Cabe Melejit, Pemilik Warung Makanan Menjerit

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Naiknya harga cabe rawit berkali-kali lipat di Kota Probolinggo berdampak pada  pelaku usaha makanan di kota ini mengeluh. Pasalnya, harga cabe yang sebelumnya hanya Rp 15 ribu perkilogramnya. Kini melonjak hingga mencapai Rp 60 ribu perkilogramnya.

Kenaikan harga cabe rawit di sejumlah pasar tradisional di kota ini, dirasakan sejak sebulan terakhir secara bertahap.

Akibat naiknya harga benda kecil yang merupakan syarat pokok dalam masakan ini, berdampak  pada sejumlah pemilik warung makanan mengeluh.

Karena harga cabe yang melambung tinggi, membuat para pedagang makanan harus mengeluarkan dana lebih untuk membeli cabe.

“Sekarang naik hampir 3 kali lipat, itupun cabenya terasa kurang pedas dan kualitasnya tidak baik campur dengan warna yang hijau,” ujar Mince pemilik warung lalapan kepada Kabarpas.com.

“Sehingga biasanya dengan uang Rp 30 ribu saya dapat cabe 2 kilogram. Kini harus mengeluarkan biaya Rp 120 ribu. Dan karena rasanya tidak pedas terkadang terpaksa harus membelinya lagi setengah atau 1 Kg,” tambahnya.

Dengan rata-rata jumlah pembeli yang tidak ada peningkatan. Namun, harus menambah modal untuk membeli cabe, berdampak pada hasil pendapatanya yang turun hingga 30 persen.

“Saya dilema, mau saya naikkan harga perporsinya, tapi pelanggan saya keberatan. Dan mau saya kurangi sambelnya, pembeli juga memprotes dan saya takut pelanggan saya lari, karena warung ini terkenal dengan cita rasa sambelnya,” terang Mince.

“Sedangkan hendak saya pertahankan harga perposi lalapan di warung saya tetap Rp 10 ribu, saya yang soyo (Kerjabakti,red),” tambahnya.

Untuk itu, ia berharap agar ada perhatian dari instansi terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena bila kondisi ini terus terjadi akan berdampak tidak baik pada usaha yang dilakoninya tersebut.

“Dan biasanya kenaikan ini, berdampak pada harga kebutuhan pokok lainya, karena sebentar lagi hari raya Idul Adha,” tutupnya. (wil/gus).