ACT Luncurkan Program Global Qurban 2019

 

 

Reporter : Ajo

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Blora, Kabarpas.com – Menyambut hari raya Idul Adha 2019, Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak muslim sedunia meluaskan kebahagiaan kurban di pelosok Indonesia hingga berbagai belahan dunia. Sehingga untuk merealisasikan hal tersebut, ACT meluncurkan program Global Qurban 2019 yang resmi diluncurkan dengan mengangkat tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia”.

Dalam rangkaian acara peluncuran berbentuk farm tour ini, Global Qurban-ACT mengajak para stakeholders yang terdiri dari media, mitra, donatur, komunitas, mitra, korporasi, dan influencer untuk melihat cara Global Qurban mengelola hewan kurban.

Global Qurban juga mengimbau umat muslim sedunia untuk mengakselerasikan kedermawanan, yaitu tidak hanya meraih takwa melalui ibadah kurban, namun juga berbagi kepada sesama. Peluncuran tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” yang dilaksanakan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Desa Sambong, Blora, ini membawa nuansa berbeda.

“Kami mengajak sahabat-sahabat dermawan semua untuk merasakan langsung pengalaman sebelum dan saat berkurban, ikut terjun mengetahui setiap proses persiapan implementasi kurban, melihat kualitas ternak dan kesiapan Global Qurban untuk meluaskan manfaat dari ibadah yang sangat dianjurkan,” ungkap Hafit T. Mas’ud selaku Presiden Global Qurban melalui siaran pers yang diterima redaksi Kabarpas.com.

Pada implementasi program Global Qurban 2018 di Desa Nanggela, Tana Toraja misalnya. Saat itu, masyarakat setempat mengaku ada yang sejak 50 tahun lalu tidak pernah merasakan daging kurban. Pemotongan hewan kurban dari Global Qurban merupakan pengalaman perayaan Lebaran Kurban pertama bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Somalia, negara dengan angka kemiskinan hinggal level 82%, juga menjadi salah satu negara yang menjadi target program Global Qurban.

“Dari cerita pengalaman di berbagai target program kami, ibadah kurban bukan sekadar aktivitas penyembelihan hewan. Lebih dari itu, kurban memiliki dimensi aktivitas ritual ibadah, syiar dakwah Islamiyah, kebermanfaatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penyediaan dan pendistribusian hewan kurban,” tambah Hafit.

Di dalam pengelolaan profesional Global Qurban, terdapat filantropi Islam berbentuk wakaf sebagai penggerak utamanya. ACT menginisiasi Global Wakaf Foundation sebagai lembaga yang khusus mengelola filantropi dan kebermanfaatan wakaf. Salah satu program masterpiece-nya adalah Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) Blora. Dalam KWT ini, terdapat Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang mengelola implementasi wakaf dalam penyediaan hewan kurban.

Dalam penyediaan hewan kurban, program LTW menyerap banyak sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah. LTW melibatkan para peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan yang menyejahterakan. Sehingga, roda ekonomi masyarakat di wilayah implementasi GQ terus bergerak.

“Dalam kawasan ini (LTW), aset-aset wakaf produktif dikelola secara optimal sehingga mampu membawa ekonomi masyarakat setempat ke arah yang lebih baik. LTW juga memastikan hewan kurban yang akan disembelih sesuai dengan syariah serta membuat pengelolaan manajemen stok kurban terjaga. Sebab, faktor ketidakpastian stok ini membuat fluktuatifnya harga hewan kurban. Perbaikan ekonomi peternak bahkan terlihat pada kualitas hidup keluarga mereka. Beberapa peternak mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan hasil dari beternak di LTW,” tutup Imam Akbari selaku President Global Wakaf. (ajo/gus).