Kios Baru yang Dibangun Pemkab Pasuruan di Grati Kurang Diminati Pedagang, Ada Apa?

Reporter : Eko Budi

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Puluhan kios baru di Pasar Grati, Kabupaten Pasuruan, sebagai upaya untuk revitalisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, ternyata kurang diminati oleh kalangan pedagang pasar. Pasalnya, mereka menganggap lokasi kios yang baru selesai dibangun itu sangat sepi.

Kondisi ini “memaksa” para pedagang untuk tetap berjualan dengan menempati lapak-lapak baru, baik berupa toko atau los. Namun, ternyata masih saja tak mampu mendongkrak ekonomi mereka. Para pedagang justru mengaku jualannya sepi sejak mereka di pindahkan ke kios baru tersebut.

“Kami senang ada kios baru. Namun karena kurangnya pembeli, sehingga dagangan kami jarang laku. Bahkan merugi. Hal ini bukan dialami saya saja, melainkan pedagang lainnya juga mengalami hal yang sama,” ujar Mudhofir, pedagang sayur di pasar setempat.

Tak ayal, lantaran tidak kuat dengan kondisi ini, para pedagang yang sudah menempati los baru itu ‘terpaksa’ memilih berjualan di luar. Aksi ini dilakukan oleh sekitar 60 pedagang di pasar setempat.

Sejumlah warga menganggap peruntukan pasar Grati yang ada di Grati Tunon salah perencanaannya. Sebab pasar Grati, selama ini dikenal oleh masyarakat sebagai pasar baju dan hewan.

“Untuk pasar Grati sendiri selama ini dikenal dengan pasar Rabu dan Sabtu. Alasannya, pasar ini ramenya hanya pas hari Rabu dan Sabtu saja,” kata Rozi kepada Kabarpas.com. (eko/tin).