Dengar Warganya Hidup di Rumah Tak Layak, Ini yang Dilakukan Camat di Probolinggo 

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Camat Maron, Imam Syafi’i langsung merespon adanya informasi mengenai warganya bernama Mbah Sura, seorang janda yang hidup seorang diri tanpa anak dan suami dengan keadaan tuna netra yang rumahnya sudah berantakan dan lapuk hingga banyak dinding/temboknya rusak.

Imam Syafi’i berkunjung ke rumah Mbah Sura di Dusun Gading RT 012 RW 004 Desa Wonorejo Kecamatan Maron. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Perangkat Desa Wonorejo dan petugas PKH. Kemudian dilanjutkan ke rumah Kepala Desa Wonorejo.

“Kami hanya ingin mengetahui secara langsung kebenaran informasi bahwa di Desa Wonorejo Kecamatan Maron ada warga tuna netra yang kondisi rumahnya memprihatinkan,” ujar Camat Maron Imam Syafi’i.

Setelah dilakukan kroscek secara langsung olehnya terang Imam Syafi’i, dirinya mengaku sudah mendapatkan solusi untuk membantu Mbah Sura agar rumahnya bisa diperbaiki.

“Tahun ini Mbah Sura mendapatkan program rehabilitasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dari Dana Desa (DD). Insya Allah Bapak Kepala Desa siap akan menyegerakan rehabilitasi rumahnya,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Imam Syafi’i mengumpulkan semua keponakannya Mbah Sura yang ada di sekitar rumahnya. Ternyata selama ini mereka selalu memberikan perhatian terhadap kesehatan dan makannya.

“Keseharian Mbah Sura, beliau ini menjadi tukang pijat dan sering membantu keluarga Pak RT (Matrawi) yang berada di sebelah timur rumahnya. Teman-teman PKH siap memberikan bantuan melalui program PKH. Adapun untuk bantuan Rastra dan Karang Werdha sudah rutin diterima,” tegasnya.

Imam Syafi’i menambahkan pentingnya tahapan Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dengan melibatkan dan menghadirkan semua elemen masyarakat serta seluruh instansi secara sungguh-sungguh, menampung dan memperjuangkan aspirasi dengan skala prioritas, sehingga tidak ada yang terlewati.

“Untuk itu, sinergitas menjadi sebuah keharusan dalam mengegolkan target yang akan dicapai, yaitu PR (Pekerjaan Rumah, Red) untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesehatan,” pungkasnya. (mel/nis).