BISMA Sebagai Wadah Koneksi Pelaku Ekonomi Kreatif di Indonesia

Reporter: Albar
Editor: Memey Mega

Malang, Kabarpas.com – Pengembangan ekonomi kreatif semakin digenjot untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Badan Ekonomi kreatif (BEKRAF) sejauh ini telah mencatat terdapat 8.203.826 usaha kreatif dari tahun 2016 lalu, maka dinilai perlu kiranya ada wadah untuk mengkoneksikan semua pelaku usaha tersebut.

BEKRAF merupakan salah satu lembaga non Pemerintahan yang bertanggung jawab pada bidang ekonomi kreatif yang di ketua oleh Triawan Munaf, adapun beberapa fungsi utamanya yakni membantu Presiden Republik Indonesia dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan dan singkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di berbagai bidang ekonomi kreatif masyarakat.

Bertepatan dengan diadakannya kegiatan kreatif talk yang diadakan di Malang pada 16/5/19 yang bertempat di hotel Atria Hotel dan Converence menghadirkan berbagai narasumber yang dihadiri oleh kurang lebih 200 pelaku usaha kreatif kota malang, beberapa narasumber yang dihadirkan diataranya Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M. M selaku Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Vicky Arief Herinadharma selaku Koordinator Malang Creative Fusion dan Wahyu Aditya yang merupakan Founder dan Creative Director Hellomotion.

Semakin meningkatnya pelaku ekonomi kreatif setiap tahunnya, maka mulailah dipikirkan masa depan pelaku usaha ekonomi kreatif tersebut. Bagaimana koneksi ekonomi dinilai perlu kiranya sehingga lahirlah BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application) sebagai wadah bersama. Ungkapan Ricky Joseph Persik (wakil kepala BEKRAF)

Dia juga menambahkan bahwa Malang menjadi salah satu kota yang harus dijadikan sebagai contoh oleh kota-kota lainnya karena pertumbuhan ekonomi kreatif di Malang sangat membaik, pada tahun 2016 lalu pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang mencapai 40.690 pelaku ekonomi kreatif yang di ketagorikan dalam 5 subsektor yakni kuliner sebenarnya 28.38/98, Fesyen sebanyak 7.295, Kriya sebanyak 2.989, penerbitan sebanyak 961 dan fotografi sebanyak 233.

Melihat potensi tersebut Kota Malang harus tetap didorong demi meningkatkan dan mempertahankan pasar untuk transaksi produk usahanya. Maka dalam acara tersebut turut hadir juga Jeny D Tamara sebagai perwakilan dari Shoppi yang akan memberikan gambaran bagaimana melakukan transaksi melalui media sosial.

“Sumber daya manusia sudah terbentuk selanjutnya tinggal kita melakukan pengawalan yang masif dari para pelaku usaha ekonomi kreatif tersebut untuk terus mendorong mereka. Kami akan melakukan seleksi dari sekian banyak peserta dan akan kami lakukan follow up lebih lanjut” Tamba Jeny

Pemerintah kota Malang juga akan terus melakukan pengawalan serius dalam pengembangan ekonomi kreatif karena sesuai dengan Misi besar Walikota Malang, selesai itu Pemerintah juga mulai melakukan pemetaan menjemput Malang yang semakin berkembang menuju kota metropolitan. (Bar/Mey)