Tim Gabungan Pemkab Probolinggo Monitoring Ketersediaan Gas Elpiji Bersubsidi

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram selama bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan monitoring ketersediaan gas elpiji bersubsidi di SPBE Desa Bulang Kecamatan Gending, Selasa (14/5/2019).

Monitoring yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko ini melibatkan Tim Satgas Pangan Polres Probolinggo, Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian, Satpol PP serta Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo.

Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan Tim Gabungan Pemkab Probolinggo tiba di SPBE Desa Bulang Kecamatan Gending. Kedatangan tim ini disambut oleh Manager PT Hakamindo Petrochem SPBE Desa Bulang Gunarto.

Begitu tiba di SPBE Desa Bulang, Tim Gabungan langsung melihat dari dekat proses pengisian gas elpiji bersubsidi 3 kilogram. Bahkan dalam kesempatan tersebut, tim melakukan pengujian dengan menimbang tabung kosong beratnya 5 kilogram dan setelah diisi 3 kilogram beratnya menjadi 8 kilogram.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengungkapkan monitoring ke SPBE ini dilakukan sesuai dengan penugasan dari pemerintah pusat bagaimana kesiapan untuk bahan bakar energi dari elpiji sampai lebaran nanti aman.

“Karena biasanya setiap lebaran stok elpiji senantiasa informasinya kurang. Tetapi sesuai informasi, SPBE Desa Bulang ini telah menyiapkan stok aman bahkan ada baperstok disiapkan. Insya Allah semua agen tidak akan kekurangan karena sudah disiapkan oleh SPBE yang ada di Bulang,” ungkapnya.

Dengan adanya ketersediaan stok elpiji ini terang Sidik, keperluan elpiji untuk Kabupaten Probolinggo, khususnya lewat 5 agennya ini dijamin kepastiannya aman dan siap kapanpun kekurangannya akan didroping lewat agen. Karena SPBE tidak bisa langsung ke konsumen tetap harus lewat agen. Nantinya, agen langsung ke pengecer.

“Dengan monitoring ini kita akan menjamin kepastian bahwa SPBE ini menyiapkan stok elpiji, bahkan ada baperstok sebagai penyangga. Nanti kalau di lapangan ada kekurangan, penyangga ini akan dikeluarkan. Tetapi mekamismenya harus melalui agen. Nanti dari agen ke pengecer dan konsumen. Masyarakat tidak bisa langsung mengambil kesini,” jelasnya.

Menurut Sidik, pada prinsipnya dari hasil monitoring ini SPBE Desa Bulang siap untuk menjamin stok di 5 (lima) agen. Untuk harga sampai saat ini tidak ada perubahan karena tidak ada pengumuman. Sebab harga untuk gas elpiji 3 kilogram ini yang menentukan adalah pemerintah karena elpiji bersubsidi.

“Tadi sudah kita cek sama-sama agar konsumen jangan sampai dirugikan. Berat tabung kosong adalah 5 kilogram dan diisi 3 kilogram menjadi 8 kilogram. Harapannya masyarakat tidak dirugikan dengan kecurangan-kecurangan. Alhamdulillah, kondisi di SPBE Desa Bulang berat tabung kosong 5 kilogram dan diisi 3 kilogram menjadi 8 kilogram,” terangnya.

Sidik menegaskan sampai saat ini penyaluran gas elpiji bersubsidi 3 kilogram masih normal dan belum ada keluhan dari masyarakat. Tetapi jika ada kekurangan SPBE Desa Bulang sudah ada baperstok menjelang lebaran sebanyak 2 truk yang siap meluncur jika ada kekurangan.

“Di SPBE Desa Bulang ini, setiap harinya setiap agen ada sekitar 2 sampai 3 truk. Dimana satu truknya isinya 560 tabung. Dengan demikian, sampai hari H lebaran nanti dijamin tidak akan ada masalah terkait ketersediaan gas elpiji. Monitoring ini selalu dilakukan setiap tahun untuk melihat baik dari sisi keamanan, kecukupan isinya dan ketersediaannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Manager PT Hakamindo Petrochem SPBE Desa Bulang Gunarto mengatakan bahwa hingga saat ini stok gas elpiji bersubsidi di SPBE Desa Bulang masih aman. Bahkan mulai tanggal 25 Mei mendatang akan disiapkan baperstok minimal 2 truk.

“Sekarang kami sedang melobi agen-agen untuk meminjamkan tabungnya untuk dibuatkan baperstok lebih banyak lagi. Untuk SPBE sini satu harinya ada pengiriman sekitar 20 truk kali 560 tabung. Jelang lebaran kita siapkan 23 truk tambah ektra untuk menyikapi ketersediaan pada saat Lebaran,” katanya.

Terkait adanya isu kelangkaan, Gunarto menampik bahwa hal itu sebetulnya di SPBE Desa Bulang tidak ada kelangkaan. Karena sebenarnya yang membuat gas elpiji bersubsidi langka itu adalah agen-agen itu sendiri. “Kalau di SPBE Desa Bulang tidak ada masalah dan tidak pernah terjadi kelangkaan. Setiap hari kita keluarkan gas elpiji sesuai dengan permintaan agen,” pungkasnya.

Monitoring serupa juga dilakukan pada SPBE Desa Clarak Kecamatan Leces. Sama seperti di SPBE Desa Bulang, disini tim gabungan juga melihat dari dekat ketersediaan gas elpiji bersubsidi yang ada di SPBE Desa Clarak Kecamatan Leces. (mel/nis).