Diduga Stres Mikir Hasil Pemilu, Ketua KPPS Lesanpuro Nekat Tusuk Diri

Reporter : Sam Demit

Editor : Memey Mega

Malang, Kabarpas.com – Warga Kelurahan Lesanpuro gang 2 Kec Kedungkandang dihebohkan adanya Ketua RT yang menjabat Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 7 nekat menusuk perutnya sendiri di dalam kamar. Di duga, korban yang diketahui bernama Subali (42) tersebut mengalami kelelahan dan stres akibat memikirkan hasil pemilu sehingga nekat menusuk perutnya sendiri.

Kejadian diketahui sekitar pukul 9 pagi hari ini, Sabtu (20/4). Beruntung aksi tusuk perut tersebut berhasil diketahui pihak keluarga dan diselamatkan.

Korban mengalami luka tusuk diperut sebelah kanan sepanjang 4 cm dan perut sebelah kiri sepanjang 3 cm.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi membenarkan adanya kejadian Ketua KPPS di wilayah Kedungkandang yang nekat mencoba mengakhiri hidupnya tersebut.

“Betul ada kejadian percobaan bunuh diri, kejadiannya tadi pagi di rumah korban, anak tetangga yang mengetahui langsung teriak dan mengundang kehadiran warga. Bagian perutnya ditusuk pakai senjata tajam yang merupakan koleksi korban sendiri,” ujar Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi.

Sementara itu, dari kejadian tersebut, petugas kepolisian mengamankan barang bukti yang digunakan korban untuk melakukan percobaan bunuh diri berupa golok panjang dengan gagang sepanjang 46 cm. Saat ini penyelidikan terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Menurut Suko, tim medis sedang mempersiapkan operasi terhadap luka yang dialami korban. Sejauh ini, kondisi korban masih dalam penanganan intensif. “Akan dilakukan operasi,” tutur Suko.

Lantas apa yang menyebabkan korban nekat melukai dirinya? Suko masih belum dapat memastikannya. Karena saat kejadian, korban berada di dalam rumah seorang diri. Dan juga senjata tajam diambil karena inisiatif sendiri.

“Sempat saya tanya di rumah sakit tadi. Senjata tajam koleksi dia (korban). Dan sengaja ditusukan ke perutnya, untuk apa ? Yang pastinya ingin mengakhiri hidupnya,” ungkap Suko menceritakan.

Dikatakan, korban merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di bagian rumah tangga rektorat Universitas Brawijaya. Seharinya korban juga menjabat sebagai Ketua RT 08 Kelurahan Lesanpuro dan sebagai Ketua KPPS 07 Pemilu 2019.

Aksi nekat Subali menjadi teka-teki aparat kepolisian. Apakah karena menjadi ketua KPPS membawa dampak terhadap korban, hingga nekat melukai diri sendiri. (Dem/Mey)