Puluhan Guru di Pasuruan dan Sidoarjo Antusias Ikuti Workshop TOT Gernas Tastaka

Reporter : Muhammad Khamim

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Puluhan guru di Pasuruan dan Sidoarjo antusias mengikuti workshop TOT Gerakan Nasional Berantas Buta Matematika (Gernas Tastaka). Acara ini digelar selama dua hari (13-14/4/2019) di SMPNU Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Tampak, puluhan peserta tersebut sangat antusias mengikuti Workshop TOT yang digelar baru pertama kali di wilayah Pasuruan. Dalam acara ini, pihak panitia menghadirkan langsung pemateri yang telah berkompeten dari Jakarta. Mereka adalah Dhitta Puti Sarasvati (Koordinator konten pelatihan Gernas Tastaka) danWiro Retno Kris Sejati (Fasilitator pelatihan Workshop TOT Gernas Tastaka).

Tak hanya itu, para peserta juga diberikan secara langsung untuk mempraktekkan bagaimana cara dia mengajar selama ini di dalam kelas. Selanjutnya, pemateri memberikan arahan dan wawasan baru tentang mengajar matematika dengan Gernas Tastaka.

“Melalui gerakan ini kami mengajak anak-anak Indonesia untuk bisa matematika. Selain itu memberikan para guru stimulus untuk mengajar yang menyenangkan,” ujar Dhitta Puti Sarasvati kepada Kabarpas.com, saat ditemui seusai acara.

Dijelaskan, Gernas Tastaka sendiri sejatinya telah dideklarasikan pada 10 November 2018 lalu di Jakarta. Dan pihaknya akan terus berkomitmen untuk membumikan gerakan ini secara nasional.

“Kami bekerjasama dengan relawan di daerah, dan kebetulan yang menyambut positif di Pasuruan yaitu di SMPNU Lekok ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. “Melihat animo peserta yang cukup tinggi, jadi setelah dari Pasuruan akan kemungkinan kapan-kapan kami akan ke sini lagi. Tapi, bisa juga ke Bogor, Jakarta, dan Sidoarjo,” imbuhnya.

Selainitu, ia berharap melalui Gernas Tastaka ini, akan tercipta kelas matematika bernalar dan bisa menyelesaikan matematika dengan mudah. Serta mereka bisa berkomunikasi dengan gagasan yang matematis.

“Targetnya ini bukan ekslusif karena bisa dibagi dengan seluruh guru. Sehingga diharapkan proses pembelajaran matematika di Indonesia bisa berkualitas, artinya bisa benar-benar bermatematika atau bernalar. Bukan hanya menghafal rumus semata,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Wiro Retno selaku fasilitator. Ia berharap materi yang diperoleh para peserta tidak berhenti hanya di dirinya saja. Melainkan bisa untuk dibuat berbagi dengan guru yang lainnya.

“Harapannya materi yang didapat di Workshop TOT Gernas Tastaka ini tidak berhenti di sini. Tapi, bisa ditularkan ke guru yang lain. Sehingga kelak bisa menjadi gerakan Nasional,” ungkapnya.

Sementaraitu, Riduwan, Koordinator Gernas Tastaka Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa peserta yang ikut dalam workshop ini, tidak hanya dari Kabupaten Pasuruan saja melainkan juga ada yang berasal dari Sidoarjo.

“Jumlah yang ikut yaitu sebanyak 35 peserta. Rata-rata mereka adalah guru matematika (SMP/SMA) dan guru SD (guru kelas). Ada juga peserta yang ikut dari kalangan mahasiswa jurusan matematika,” tutupnya. (***).