Kalap Rujuk Ditolak, Lihat Lelaki Lain dalam Kamar Langsung Dibantai hingga Tewas

Reporter : Sam Demit

Editor : Memey Mega

 

 

Sumbawa, Kabarpas com – Seorang pria membantai pria idaman lain (PIL) saat mengetahui berada di dalam kamar tidur istrinya. Peristiwa pembantaian ini terjadi di wilayah hukum Polsek Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa.

Korban ML alias Galang (41) ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kamar rumah NR (38) ibu rumah tangga di Dusun Bukit Tinggi, Desa Dete Kecamatan Lape.

Galang tewas dengan belasan luka menganga hingga usus terburai dari perutnya, akibat dibantai DD (41) yang tidak lain suami dari NR.

Selain Galang, Mariama (50), mertua dari pelaku juga mengalami luka yang cukup parah. Lengan kanannya nyaris putus akibat luka sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan sang menantu.

Setelah membunuh Galang, pelaku langsung menumpang truk menyerahkan diri ke Polres Sumbawa.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Zaky Maghfur SIK membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Hanya pakaian pelaku yang dikenakan saat membantai korban yang masih dicari. Sebab setelah melakukan aksinya, pelaku membuang baju tersebut.

“Saat ini pelaku sudah kami amankan setelah menyerahkan diri,” ungkap AKP Zaky

Menurut informasi yang dihimpun kabarpas dari berbagai sumber, peristiwa pembantaian ini berawal saat pelaku dengan NR (istrinya) alami konflik dalam rumah tangganya, bahkan pasangan ini sudah pisah ranjang sejak tahun 2017 lalu.

Diakhir 2018, pelaku mengajak istrinya untuk rujuk kembali dan ikut tinggal bersama di rumahnya daerah Kecamatan Maronge, namun ditolak sama istrinya.

Pelaku yang bekerja sebagai penambang emas tradisional, datang ke kediaman istrinya di Desa Dete Kecamatan Lape. Saat tiba di rumah itu, pintu dalam keadaan tertutup. Namun, pelaku menggedor pintu bagian samping. Seketika istri pelaku terjaga lalu membangunkan ibunya.

Kedua wanita inipun membuka pintu dan terlihat pelaku dengan pedang terhunus berdiri di depannya. Saat itu pelaku datang bersama SD sepupunya.

Ketika pintu dibuka, pelaku masuk langsung menuju kamar istrinya. Di kamar itu terlihat korban. Tanpa pikir panjang pelaku menyerang korban.

Istri dan mertua pelaku sempat menghadang. Akibatnya, pedang yang diayunkan pelaku menimpa lengan mertuanya. Mertua dan istri pelaku pun terjatuh. Saat itulah pelaku kembali menyerang korban secara bertubi-tubi. Pelaku meninggalkan kamar yang berlumuran darah itu setelah memastikan korban meninggal dunia.

Menurut kasat Reskrim, hasil identifikasi korban mengalami luka tebasan berulang kali. Ada sekitar belasan luka ditemukan di tubuhnya. Tindakan yang dilakukan pelaku, menurut Kasat Zaky karena sakit hati, mendapati korban berada di dalam kamar istrinya.

Mengenai ada dugaan keterlibatan orang lain selain pelaku dalam aksi itu, Kasat mengaku masih didalami.

“Memang pelaku datang ke TKP bersama seseorang, tapi apakah ikut melakukan atau hanya mengantar, ini yang masih kita dalami,” pungkasnya.