Tak Hiraukan Peringatan, Pelajar Ini Tewas Tertabrak Kereta

Reporter : Sam Demit

Editor : Memey Mega

Malang, Kabarpas.com – Jalur perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu didusun Tamanayu Desa Jatirejoyoso Kepanjen, Selasa (12/3) petang kemarin memakan korban lagi, satu pelajar tewas dilokasi dan satunya selamat.

Informasi yang didapatkan Kabarpas pemotor yang meninggal dunia adalah pelajar MTs di Kepanjen, Mufli Nur Ardiansyah (14), warga Jalan KH Said, Desa Ketapang, Kepanjen.

Menurut Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo mengatakan, peristiwa ini terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Dusun Taman ayu sekitar pukul 16.30 Wib.

“Korban anak pelajar MTS yang meninggal dunia sedangkan temannya yang dibonceng selamat,” tutur Bindriyo setelah mendapatkan laporan dari Anggotanya yang dilokasi.

Kejadian ini berawal saat korban yang mengendarai motor matik dan membonceng temannya dari arah timur ke barat menuju perlintasan kereta api tanpa palang pintu dilokasi dan sebelumnya ada warga yang sudah mengingatkan untuk tidak melintas karena kereta api hendak melintas, namun peringatan ini tak dihiraukan.

“Sudah saya peringatkan namun tak digubris,” ujar Parman warga sekitar.

Akibatnya, begitu melintasi rel kereta api, dari arah utara ke selatan melaju KA tujuan Blitar. Melihat ada KA yang melintas, teman korban yang membonceng langsung melompat untuk menyelamatkan diri. Sementara korban yang terlambat melompat, akhirnya tertabrak.

“Tubuh korban terpental dan tewas dilokasi akibat luka parah dibagian kepala,” tambah Parman.

Mengetahui adanya orang tertabrak kereta api warga sekitar menjadi gempar dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jenasah korban yang dibantu warga ke kamar jenasah RSSA Malang mengunakan Ambulan PMI Kab Malang untuk divisum.