Puluhan Siswa SD di Pasuruan Ikuti Camp Scalling, Begini Keseruannya

Reporter : Vina Alvina

Editor : Agus Hariyanto

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka membentuk pendidikan karakter anak usia dini, puluhan siswa SD di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengikuti kegiatan Camp Scalling yang berlangsung selama 2 hari mulai dari 19 – 20 Januari 2019.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan Kemah Sekolah Cerdas Peduli dan Berbudaya Lingkungan, yang diselenggarakan oleh Yayasan Investasi Sosial Indonesia atau biasa disebut (YISI) bekerja sama dengan PT Tirta Investama (Pabrik Aqua) Pandaan, dan didukung oleh Portal Berita terpercaya Kabarpas.com, serta beberapa pihak.

Ada sebanyak 40 siswa tingkat Sekolah Dasar yang berasal dari 4 sekolah di sekitar range 1 PT Tirta Investama, mengikuti Camp Scalling di BUMDES Omah Pring Desa Karangjati, Pandaan. Keempat sekolah tersebut diantaranya SDN Karangjati 1, SDN Karangjati 2, SDN Karangjati 3, dan MI Hubbul Wathon.

Camp Scalling bertujuan untuk membentuk pribadi peduli lingkungan melalui pendidikan monolitik dan terintegrasi secara berjenjang dalam satu kawasan, mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP.

“Camp Scalling sendiri merupakan salah satu bentuk program Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Tirta Investama Plant Pandaan,” ujar Syukur Aprianto, Direktur YISI kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh pihak YISI dan Aqua dalam rangka menyiapkan kader-kader yang peduli terhadap lingkungan di masa akan datang.

“Menjaga lingkungan bukan tanggung jawab pemerintah, relawan atau pecinta lingkungan semata. Untuk itu, beberapa kegiatan inisiatif dan inovatif berbasis penddiikan lingkungan perlu digelar secara berkelanjutan,” terangnya.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dikemas dalam bentuk belajar sambil bermain yang sangat menyenangkan.

Tema Camp Scalling  kali ini diantaranya yaitu Hidroponik, Biotilik, Asam Amino, Biopori dan Sumur Resapan.

Selain itu, anak-anak juga diberi kesempatan untuk belajar cara membuat pupuk kompos, menabung air melalui lubang biopori dan sumur resapan, menyemai, mengolah dan merawat tanaman hidroponik, serta belajar mengenai cara membuat asam amino untuk hewan budidaya. (adv).

Kirim Info