Miris, Wisata Great Wall Gunung Bromo Dipenuhi Sampah Berserakan

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Mega Memey

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Viralnya destinasi wisata baru yang dikenal dengan nama Great Wall atau Puncak Seruni Point Gunung Bromo, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, memaksa spot yang baru diresmikan ini selalu ramai pengunjung.

Ratusan pengunjung di hari biasa dan hingga mencapai ribuan di saat weekend datang ke destinasi ini. Namun, sayang di saat puncak seruni point yang dibangun dengan menelan dana sekitar Rp 5 miliar ini, ramai pengunjung sampah mulai berserakan di mana-mana.

“Saya dari Wonosobo Jawa Tengah, Saya tahu wisata ini saat melihat Global TV, kok bagus dan indah. Jadi saya akhirnya tertarik untuk datang ke sini, dan ternyata benar memang indah bisa melihat keindahan Gunung Bromo secara maksimal, bangunanya juga bagus seperti Great Wall di China, namun sayang banyak sampah,” ujar Winarno salah satu pengujung.

Hal senada juga dikemukakan oleh Anggi, salah satu pengunjung asal Pasuruan. Menurutnya, perjalanan menuju Puncak Seruni Point benar-benar menantang, dan butuh tenaga.

“Namun, setelah nyampai wauuhhh amazing , Gunung Bromo Indah, Tapi kenindahanya menjadi sedikit berkurang karena banyak sampah,“ ungkapnya.

Dari pantauan wartawan Kabarpas.com, sejatinya di setiap sudut jalan menuju puncak Seruni Point sudah terpasang tempat sampah dengan berbagai macam tulisan larangan membuang sampah sembarangan.

“Mungkin kesadaran wisatawan akan nyadar sampai kurang perhatian,” ujar perempuan berparas manis dan berkaca mata ini.

Sementara itu, kepada wartawan kabarpas.com, Camat Sukapura Yulius Christian menuturkan, viralnya wisata ini berdampak pada banyak pengunjung yang datang ke sini, dan banyaknya sampah tentu menjadi PR buat pihaknya.

“Kami dan Tokoh Masyarakat serta pengelola wisata sudah membentuk Pasukan Pembersih sampah, Tukang Jualan (asongan) juga kami kerahkan untuk membersihkan sampah,” tegasnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada wisatawan akan pentingnya menjaga kebersihan di destinasi yang keren dan luar biasa ini.

“Semoga saja dengan pendekatan persuasif, sehingga kesadaran pengunjung akan muncul dan akhirnya membuang sampah pada tempatnya,” tutupnya. (wil/mey).

Silakan kirim info Anda