Ibu Kreatif dari Sidoarjo Ini Hasilkan Ribuan Pigora Cantik

Reporter : Januar

Edior : Memey Mega

Sidoarjo , Kabarpas.com – Masih dalam suasana Hari Ibu di tahun 2018 ini, kita diingatkan kembali atas jasa-jasa ibunda kita. Bahwasanya, pekerjaan seorang ibu boleh jadi tidak bergaji maupun berpangkat tinggi, bahkan sering dinilai biasa saja. Akan tetapi, setiap ibu adalah sosok yang luar biasa. Mulai dari mengandung, melahirkan, hingga merawat anak sampai dewasa, ibu telah melakukan pengorbanan yang tidak sedikit jumlahnya.

Untuk bekerja dan menjadi ibu itu dua peran yang sangat tidak mudah. Widarti Styaningsih ( 50 ) Pengerajin pigora kaligrafi di kabupaten Sidoarjo Tulangan ini berhasil dengan menjadi seorang ibu juga pekerja di bidang seni membuat pigora dan kaligrafi. ( 23/12 )

Ditangan Widarti Styaningsih, kayu Plafon, Frame, kayu dake dan fiber hingga balok aluminium disulap menjadi pigora yang berbagai ukuran.

Dengan menggunakan peralatan seperti mesin bor, mesin pemotong kayu, Widarti yang dibantu suami dam beberapa pekerjanya itu mampu menciptakan sebuah karya kreatifitasnya sebanyak puluhan kaligrafi setiap harinya, kaligrafi yang dibuat dan dijual di toko pribadinya yang terletak di Desa Kepadangan, Kecamatam Tulangan, Sidoarjo itu banyak diminati oleh masyafakat, khususnya kaum muslim.

“Bulan-bulan belakangan memang meningkat penjualan kaligrafinya, yang membeli banyak dari orang-orang muslim yang habis melaksanakan ibadah umroh untuk di pasang dirumah,” ungkap Widarti Styaningsih.

Beberapa ukuran yang diproduksi tapi yang paling diminati masyarakat yakni pigora kaligrafi dengan ukuran 60×120 centi meter, hingga 30×140 centi meter dengan harga antara 400 ribu hingga harga puluhan juta rupiah. “Ungkapnya.

Widarti mengatakan “,Peringatan hari ibu tak tepat bila hanya diperingati untuk mengenang jasa ibu. Namun, hari ibu adalah titik rutin yang kita temui setiap tahun untuk bersama-sama sadar akan hak dan kewajiban sebagai penggerak bangsa Indonesia”.

Hari ini, perempuan dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan laki-laki, perempuan dapat menjadi partner dalam setiap bidang pekerjaan adalah berkat perjuangan kesadaran. Bila mana tidak ada orang-orang yang ingin sadar dan bersuara tentang perempuan, maka tak akan ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang kita rasakan seperti hari ini. (jan/mey)