Serunya Satu Hari Bersama Anak – anak Disabilitas SLB Negeri Gending

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Forum Anak Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) setempat serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan bertajuk “Satu Hari Bersama Anak Disabilitas” di SLB Negeri Gending, Jum’at (14/12/2018).

Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2018. Dalam kegiatan yang diikuti oleh 40 anak SLB Negeri Gending, para penyandang disabilitas ini berbaur bersama dengan pengurus Forum Anak Kabupaten Probolinggo.

Mereka terlihat senang bisa bermain dan belajar bersama serta menunjukkan bakat dan minat yang dimilikinya. Bahkan para pengurus Forum Anak juga belajar berkomunikasi dengan anak disabilitas.

“Forum Anak Kabupaten Probolinggo disini bisa menjadi pelopor dan pelapor. Pelopor maksudnya peduli terhadap saudara yang lain, dalam hal ini penyandang disabilitas sehingga mengetahui hak apa yang tidak terpenuhi. Pelapor dimaksudkan bisa melaporkan hak-hak penyandang disabilitas yang belum terpenuhi,” kata Ketua LPA Kabupaten Probolinggo Rusdjiono.

Menurut Rusdjiono, kegiatan ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat supaya peduli terhadap anak-anak, khususnya penyandang disabilitas yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

“Harapan kami ke depan ada perwakilan anak disabilitas di Forum Anak Kabupaten Probolinggo sehingga bisa mengutarakan permasalahannya. Supaya ke depan bisa melaporkan permasalahan yang sedang dihadapinya. Selain itu masyarakat bisa lebih peduli terhadap anak disabilitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Gending Wulandoko menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dari Forum Anak dan LPA Kabupaten Probolinggo di SLB Negeri Gending untuk memberikan motivasi terhadap anak-anak penyandang disabilitas. Sehingga begitu mengetahui ada anak disabilitas maka akan disalurkan kepada sekolah inklusi yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

“Kegiatan semacam ini tentunya akan memberikan refreshing dan perasaan senang bagi anak disabilitas karena bisa bermain bersama seperti orang normal pada umumnya. Dengan demikian mereka akan semakin terpacu semangat untuk selalu ceria dengan gurunya melalui permainan edukasi sehingga memberikan nuansa baru bagi mereka,” katanya.

Wulandoko berharap agar kegiatan ini bisa memberikan penyegaran dan semangat baru bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk lebih kreatif menampilkan bakat dan minatnya serta membuktikan bahwa mereka bisa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin tampilkan bahwa dibalik kekurangan mereka, Allah SWT telah memberikan hal-hal yang istimewa,” pungkasnya. (mel/nis).