Berebut Makna Toleransi

Oleh : Makhfud Syawaludin

 

“Toleransi”
Menjadi kata yang tiba-tiba menakutkan
“Awas kebablasan toleransimu”
Begitulah komentar teman kecilku
Dalam status WhatsApp ku berfoto di Gereja
Menakutkan bukan ketakutannya?

“Toleransi”
Juga tiba-tiba menyempit menjadi toleransi antar umat beragama
Penghayat kepercayaan tak menemukan tempatnya
Karena dianggap bukan agama
Karena belum diakui sebagai agama oleh Negara
Benarkah persoalan keyakinan sebatas diakui atau tidak oleh Negara?
Andai itu benar…
Sedang kamu adalah bagian dari Agama yang tak diakui tersebut
Bagaimana perasaanmu?

“Toleransi”
Bahkan tiba-tiba dapat melahirkan dampak negatif
Karena toleransi
Orang bisa berpindah agamanya
Karena toleransi
Orang akan menganggap semua agama adalah sama
Andai itu benar…
Bukankah tidak ada paksaan dalam beragama?
Bukankah beragam agama tersebut sama-sama mengajarkan kebaikan?
Atau begini saja…
Bertoleransi saja ada dampak negatifnya
Apalagi tidak ada toleransi?

“Toleransi”
Begitukah maknanya?
Atau kita salah memahaminya?

Bukankah Gus Dur pernah berkata
“Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi rasa toleransinya.”

_________________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

Silakan kirim info Anda