Sikapi Berita Hoax, Pemkot Probolinggo Gelar Media Gathering dengan Awak Media

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Titin Sukmawati

 

Surabaya, Kabarpas.com – Guna membetuk jurnalis yang berkarakter dan berdedikasi tinggi. Bagian Humas dan Protokol Pemkot Probolinggo menggelar Media Gathering dengan awak media.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari (Selasa & Rabu/ 4 – 5 Desember 2018) di Amarta Hall, Hotel Singgasana, Surabaya, dengan tema Keterbukaan informasi, filterisasi berita hoax dan profesionalisme jurnalis.

Tidak dapat dipungkiri era globisasi dan digital, serta gencarnya arus informasi membuat berita bohong atau hoaks kini merebak di masyarakat. Sehingga dengan maraknya berita hoax ini, dibutuhkan peran jurnalis untuk melakukan filterisasi informasi.

“Saat ini publik menerima ribuan informasi. Melaui media apapun, baik dari smartphone, televisi, dan lain sebagainya. Tiap hari hal itu terjadi bak tsunami,” ujar Abdul Rokhim, Pimred Jawa Pos saat menjadi narasumber dalam acara ini.

Ia menambahkan, dengan fakta seperti itu, maka apa yang perlu dilakukan jurnalis zaman sekarang, berbeda dengan yang harus dilakukan jurnalis puluhan tahun lalu. Jurnalis jaman dulu, mencari berita. Namun sekarang, jurnalis harus bisa memilih dan memilah berita faktual.

“Tugas kita adalah mencari fakta dengan data yang faktual. Caranya bagaimana, ya keluar. Cari informasi dan data yang akurat. Dari narasumber langsung,” tandasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa dengan jurnalis yang berdedikasi tinggi dan keprofesionalisne, tentunya jurnalis bisa memilih dan memilah terkait berita hoax.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Probolinggo, Mardi Prihatini berharap melalui kegiatan Media Gathering ini bisa terjalin sinergi yang positif antara pihak jurnalis dengan Pemkot Probilinggo.

“Dengan adanya peningkatan profesionalisme jurnalis ini, bisa terjalin sinergi apik, antara Pemkot Probolinggo dengan para jurnalis. Sehingga menyajikan informasi yang mengedukasi masyarakat dan yang terpenting adalah memfilter informasi hoaks. Agar tidak beredar luas dan menyesatkan masyarakat,” tutupnya. (wil/tin).