Mengenal Lebih Dekat Safira Azzara, Si Cabe Rawit yang Punya Seabrek Prestasi

Usianya memang masih muda belia. Namun, ia sudah memiliki seabrek prestasi dalam menjuarai festival seni vocal. Dan yang menarik lagi, di kala anak sebayanya memilih lagu genre pop dan rock. Ia justru memilih genre keroncong. Penasaran seperti apa profil Safira AzZahra? Berikut tulisan singkat tentang Safira AzZahra.

_______________________________

Moch Wildanov, wartawan Kabarpas biro Probolinggo.

_______________________________

 

KABARPAS.COM – SOSOK Safira Azzara patut menjadi contoh bagi anak anak pada umumnya. Betapa tidak di usianya yang terbilang belia, ia sudah memiliki seabrek prestasi yang diperolehnya.

Ya, gadis yang saat ini berusia 12 tahun, putri pasangan Mochamad Rohim dan Yuana Putri Anjarwati tersebut kerapkali menjuarai berbagai festival seni vocal.

Yang lebih membikin gemes lagi, putri pertama dari 3 bersaudara ini justru memilih genre keroncong.

“Saya suka aja musik kèroncong, karena di genre ini diperlukan teknik vocal yang matang,” ujarnya kepada Kabarpas.com.

Menurutnya, dalam musik keroncong harus benar-benar focus dalam mengolah suara, karena bila outfocus bisa ketauhan falsnya.

“Selain itu dalam keroncong dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi, makanya aku suka musik ini, tidak apa-apa musik ini dikatakan musik orang tua,” tandasnya.

Di genre ini, kualitas vocal sangat diperlukan, baik pengaturan power dan vibrasi.

Soal prestasi, bocah yang saat ini duduk di bangku kelas 6 SDN Sukabumi 4 tersebut mengaku bahwa prestasinya di musik keroncong sudah ia raih saat dirinya kelas 4 SD.

“Saat kelas 4 SD saya pernah juara 1 Lomba musik keroncong Se – Kota Probolinggo. Dan pernah menjadi finalis lomba keroncong Se – Jawa Timur. Tahun 2017, juga juara pertama lomba keroncong. Serta yang terakhir adalah juara pertama lagi lomba keroncong se kota Probolinggo, pada 2 Desember 2018 kemarin,” ungkapnya

Sementara, Mochamad Rohim, orang tua Azzara mengaku tidak tahu dari mana bakat yang ada di anaknya tersebut muncul.

“Ndak tahu ya putri saya bakat dari mana itu yang mengalir, yang pasti saya dan istri saya tidak bisa seni. Namun, yang jelas kami sebagai orangtua akan terus mensupportnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, kalau bakat anaknya itu diketauhi sejak di TK, dan ada salah satu temannya yang menyarankan untuk diikutkan privat olah vocal.

“Karena putri saya menyukai genre keroncong, maka saya privatkan ke Bu Parmi. Dari situ bakat anak saya semakin kentara, dan sering berkumpul dan Latihan di Orkes Keroncong KERAPRO,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa berkat bimbingan Bu Parmi dan Pak Sudarmaji, selaku pembina orkes Keroncong putrinya tersebut semakin piawai dan dikenal di dunia lagu keroncong.

“Soal prestasi di sekolah, putri saya juga lumayan dan selalu masuk rangking 5 besar,” tutupnya. (***/titin sukmawati).