Di Tangan Para Janda Pasuruan, Limbah Kardus Disulap Menjadi Barang Bernilai Jual 

Siapa bilang janda hanya cuma bisa menggoda pria dan tidak bisa apa-apa. Buktinya, di Pasuruan para janda berusaha kerja keras untuk meningkatkan penghasilannya dengan bekreativitas membuat kerajinan tangan.

Bahkan menariknya lagi para janda ini telah “mensulap” limbah kardus menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Seperti apa kreatifitas para janda-janda Pasuruan tersebut? Berikut laporannya.

_____________________________________

Laporan : Rosy Adim, Wartawan Kabarpas.com Pasuruan

_____________________________________

 

KABARPAS.COM – LANGIT cerah menyelimuti Perumahan Arbain di Jalan Layur, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Saat itulah, wartawan Kabarpas.com mencoba berkunjung ke salah satu rumah yang di dalamnya terdapat para janda sedang sibuk membuat kerajinan tangan (handycraft).

Yuli Ambarwati (47), sebagai pembina para pengrajin tangan itu mengatakan, bahwa dirinya memulai membuat kerajinan tersebut karena mempunyai ide adanya limbah kardus yang banyak.

Menurutnya, limbah kardus yang sudah terbuang tanpa adanya sentuhan kreatifitas dari orang yang kreatif memang tidak dapat digunakan sebagai bahan kerajinan, serta hanya digunakan sebagai barang yang tidak memiliki nilai jual.

Namun, di tangan para pengrajin yang kreatif, limbah kardus tersebut dapat disulap menjadi bahan baku untuk kerajinan yang dapat berguna dan memiliki nilai jual di pasaran.

“Kerajinan dengan bahan baku limbah kardus memang jarang orang memikirkannya, namun kami berupaya untuk meningkatkan nilai ekonomi serta UMKM yang ada di Kabupaten Pasuruan, dengan membuat kerajinan yang dapat diterima oleh masyarakat,” terang Yuli Ambarwati, pembina kerajinan kepada Kabarpas.com.

Uniknya, kerajinan yang dibuat bukan dari tenaga yang memiliki keahlian khusus, namun para pengrajin tersebut adalah para janda yang berada di dalam Perumahan Arbain.

Selain bertekad untuk memajukan UMKM di Kabupaten Pasuruan, para janda pengrajin kerajinan tersebut juga berharap akan mendapatkan penghasilan dari kerajinan yang mereka buat.

Sebanyak 20 orang pengrajin yang ada pada perkumpulan pembuat kerajinan tersebut sangat berantusias dalam membuat kerajinan. Pasalnya, pada pukul 08.00 wib, mereka sudah berdatangan dan langsung bersiap untuk mengerjakan bahan kerajinan yang sudah disiapkan.

Dalam waktu 4 bulan, kerajinan yang dibuat oleh para janda pengrajin tersebut sangat banyak diminati oleh para konsumen yang datang dari luar kota.

Bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan juga turut mengusung kerajinan yang dibuat oleh para janda tersebut untuk maju dalam pameran kerajinan Provinsi Jawa Timur yang akan datang. (***/Agus Hariyanto).